foto istimewa
majalahsuaraforum.com — Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menargetkan potensi sumber daya minyak dan gas bumi (migas) mencapai 2,2 miliar barel setara minyak atau sekitar 80% dari sasaran sumber daya yang diperkirakan sebelum pengeboran (pre-drill resource target).
Target tersebut akan diupayakan melalui kegiatan pengeboran 12 sumur berpotensi tinggi atau high impact sepanjang 2026. Sumur-sumur tersebut dipandang memiliki kontribusi besar terhadap pencapaian target sumber daya migas yang telah ditetapkan.
Deputi Eksplorasi, Pengembangan, dan Manajemen Wilayah Kerja SKK Migas, Rikky Rahmat Firdaus, menjelaskan bahwa 12 sumur tersebut mencakup sekitar 31% dari keseluruhan rencana pengeboran tahun ini. Meski jumlahnya tidak mendominasi total rencana pengeboran, kontribusinya ditargetkan mencapai sekitar 80% dari potensi sumber daya yang diperkirakan.
“Pada tahun 2026, kita memiliki 12 sumur high impact, yang mewakili sekitar 31% dari total rencana pengeboran, tetapi mencakup sekitar 80% dari target cadangan yang diperkirakan sebelum pengeboran (pre-drill resource target),” ujar Rikky.
SKK Migas sebelumnya menetapkan target sumber daya sebelum pengeboran sebesar 2,6 miliar barel setara minyak atau billion barrels of oil equivalent (BBOE). Dari target tersebut, 12 sumur berpotensi tinggi diharapkan menyumbang potensi sumber daya hingga 2,2 miliar BBOE.
Pertamina Kelola Lima Sumur Potensial
Berdasarkan data SKK Migas, terdapat lima sumur berpotensi tinggi yang dikelola oleh kelompok usaha Pertamina. Sumur-sumur tersebut meliputi Besar-1 yang berada di bawah pengelolaan Pertamina East Natuna (PEN), serta Banyu Geni-01 dan Wijaya Kusuma-1 yang dikelola Pertamina EP (PEP).
Selain itu, PEP juga mengelola sumur Padang Pancuran-002. Sementara itu, sumur Tingkilan-1 berada di bawah pengelolaan Pertamina Hulu Energi Lepas Pantai Bunyu (PHE LPB).
Di luar sumur-sumur tersebut, SKK Migas juga menantikan kegiatan pengeboran yang akan dilakukan Petronas bersama Total E&P di Blok Bobara, yang berlokasi di sekitar Papua. Pengeboran tersebut dijadwalkan berlangsung pada pertengahan November 2026.
“Pada pertengahan November, kami menantikan pengeboran sumur oleh Petronas bersama Total E&P di Blok Bobara, yang terletak di dekat Papua,” ujar Rikky.
Potensi Sumber Daya 2027 Masih Berupa Estimasi
Untuk 2027, Rikky memperkirakan potensi sumber daya sebelum pengeboran berada di angka sekitar 2,63 juta barel setara minyak. Namun, angka tersebut masih merupakan perkiraan awal dan belum dapat dipastikan sebagai hasil penemuan migas maupun cadangan yang telah terbukti.
“Angka ini masih berupa estimasi, bukan penemuan yang telah dikonfirmasi maupun cadangan yang telah terbukti,” ujar Rikky.
Rikky menegaskan bahwa keberhasilan kegiatan eksplorasi migas tidak cukup hanya mengandalkan target yang tinggi. Pelaksanaannya juga harus didukung kedisiplinan dalam menjalankan program pengeboran serta ketersediaan data bawah permukaan atau subsurface yang berkualitas.
Menurutnya, data bawah permukaan yang memadai menjadi salah satu faktor penting untuk membantu mengidentifikasi potensi minyak dan gas bumi di berbagai wilayah Indonesia.
Melalui pengeboran sumur-sumur berpotensi tinggi dan penguatan kualitas data eksplorasi, SKK Migas berupaya mengoptimalkan identifikasi sumber daya migas nasional. Meski demikian, potensi yang diperkirakan sebelum pengeboran tetap perlu dibedakan dari penemuan yang telah dikonfirmasi dan cadangan yang terbukti.
lan.










