Home / Kabar Berita / Iran Klaim Tambah Ranjau di Selat Hormuz, Sindir Ancaman Trump

Iran Klaim Tambah Ranjau di Selat Hormuz, Sindir Ancaman Trump

Foto. Ist 

majalahsuaraforum.com – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali meningkat menyusul klaim Teheran yang menyebut telah menempatkan ranjau laut tambahan di kawasan Selat Hormuz. Langkah tersebut disebut dilakukan di tengah perselisihan kedua negara mengenai jalur pelayaran strategis yang menjadi salah satu titik penting bagi lalu lintas kapal dunia.

Klaim mengenai pemasangan ranjau baru itu disampaikan Juru Bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Iran, Ebrahim Zolfaghari. Ia menyebut operasi pemasangan ranjau berlangsung pada Rabu (2/9/2026) malam.

“Selama operasi tadi malam, lebih banyak ranjau laut dipasang di sepanjang jalur ilegal di selatan Selat Hormuz,” tulis Zolfaghari melalui akun media sosial X.

Iran tidak mengungkapkan lokasi pasti ladang ranjau tersebut. Teheran menyatakan informasi mengenai posisi ranjau sengaja dirahasiakan dan hanya pasukan Iran yang mengetahui titik keberadaannya.

Sampai laporan ini dibuat, pemerintah Iran juga belum mengungkapkan berapa banyak ranjau yang disebut telah dipasang dalam operasi tersebut.

Pernyataan Zolfaghari turut diwarnai sindiran terhadap Presiden AS Donald Trump. Ia menanggapi pernyataan Trump mengenai gagasan untuk mengganti nama Selat Hormuz menjadi “Selat Trump”.

Menurut Zolfaghari, Komando Pusat militer AS atau Centcom, yang bertanggung jawab mengawasi operasi militer Washington di kawasan Timur Tengah, hanya dapat melakukan perubahan nama tersebut melalui perangkat lunak penyunting gambar.

Zolfaghari menyampaikan sindiran tersebut melalui media sosial, sebagaimana dikutip Anadolu, Kamis (3/9/2026).

Tidak berhenti pada persoalan nama selat, Zolfaghari juga mengejek AS dan Trump terkait aktivitas kapal tanker minyak di kawasan tersebut. Ia menyebut Washington dapat menggunakan Photoshop untuk membuat seolah-olah kapal tanker minyak bisa melintas melalui Selat Hormuz.

Pernyataan Iran tersebut bertolak belakang dengan klaim sebelumnya dari pihak AS. Centcom sebelumnya menyatakan bahwa seluruh ranjau laut telah berhasil dibersihkan dari jalur transit Selat Hormuz.

Militer AS juga membantah informasi mengenai adanya kapal tanker yang menabrak ranjau di kawasan tersebut. Washington menyebut laporan mengenai insiden itu sebagai disinformasi.

Trump dalam pernyataan terbarunya juga mengatakan bahwa ranjau-ranjau laut yang sebelumnya berada di Selat Hormuz telah disingkirkan. Dengan demikian, menurut Trump, jalur tersebut telah kembali bersih dari jebakan ranjau yang dapat membahayakan kapal-kapal yang melintas.

Namun, Trump sekaligus memberikan peringatan keras kepada Iran. Presiden AS tersebut menegaskan akan menerapkan kebijakan tanpa toleransi apabila Teheran kembali berupaya memasang ranjau baru di Selat Hormuz.

Klaim Iran mengenai pemasangan ranjau tambahan dan bantahan dari pihak AS menunjukkan masih tingginya ketegangan di kawasan Selat Hormuz. Perbedaan pernyataan antara kedua pihak juga memperlihatkan bahwa persoalan keamanan jalur pelayaran tersebut masih menjadi salah satu titik sensitif dalam hubungan Washington dan Teheran.

Red.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh