majalahsuaraforum.com – Sebanyak 152 siswa dari dua sekolah menengah pertama negeri (SMPN) di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, mengalami keracunan massal yang diduga terjadi setelah mengonsumsi menu Makanan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (3/9/2026).
Para siswa yang mengalami keluhan kesehatan tersebut kemudian dilarikan ke sejumlah fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis. Hingga Kamis sore, para korban masih menjalani perawatan di tiga rumah sakit yang berada di wilayah Tana Toraja.
Dua sekolah yang terdampak dalam kejadian tersebut yakni SMPN 1 Tana Toraja dan SMPN 2 Tana Toraja. Dari total 152 korban, sebanyak 127 siswa berasal dari SMPN 1 Tana Toraja, sedangkan 25 siswa lainnya merupakan murid SMPN 2 Tana Toraja.
Keluhan kesehatan mulai dirasakan para siswa setelah mereka menyantap makanan dari program MBG yang dibagikan di lingkungan sekolah.
Sejumlah gejala yang dialami korban antara lain mual, pusing, sakit perut, serta muntah yang terjadi berulang kali. Kondisi tersebut membuat para siswa harus memperoleh penanganan medis.
Korban Dirawat di Tiga Rumah Sakit Bupati Tana Toraja Zadrak Tombeg membenarkan bahwa seluruh siswa yang mengalami keluhan telah mendapatkan penanganan darurat di tiga fasilitas kesehatan utama di daerah tersebut.
Ketiga rumah sakit yang menangani para korban yakni Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lakipadada, RS Sinar Kasih, serta RS Fatima Makale.
Zadrak memastikan pelayanan medis terhadap para siswa dilakukan dengan maksimal sesuai prosedur yang berlaku di rumah sakit.
“Pelayanan medis ini kami lakukan seoptimal mungkin sesuai dengan prosedur operasional standar (SOP) yang berlaku di rumah sakit,” tegas Zadrak, Kamis (3/9/2026).
Penyebab Masih Diselidiki Sampai Kamis sore, penyebab pasti dari kejadian keracunan massal tersebut masih dalam proses penyelidikan. Tim medis bersama dinas kesehatan dan sejumlah instansi terkait masih mengumpulkan informasi untuk memastikan faktor yang menyebabkan para siswa mengalami gejala tersebut.
Sebagai bagian dari penyelidikan, pihak berwenang telah mengamankan sampel makanan yang berasal dari program MBG. Sampel tersebut selanjutnya akan menjalani pemeriksaan di laboratorium guna mengetahui kemungkinan penyebab gangguan kesehatan yang dialami para siswa.
Di sisi lain, jumlah siswa yang datang dengan keluhan serupa ke instalasi gawat darurat (IGD) rumah sakit dilaporkan masih terus bertambah.
Pemda Tana Toraja pun memperkirakan jumlah korban dalam kejadian tersebut masih berpotensi meningkat. Perkiraan itu didasarkan pada masih adanya gelombang siswa yang berdatangan ke rumah sakit dengan gejala yang menyerupai korban sebelumnya.
Dw.











