Home / Kabar Berita / Prabowo: Musyawarah dan Dialog Jadi Fondasi Perdamaian ASEAN

Prabowo: Musyawarah dan Dialog Jadi Fondasi Perdamaian ASEAN

Foto. Ist

majalahsuaraforum.com – Presiden Prabowo Subianto menilai dialog dan musyawarah merupakan fondasi penting untuk mempertahankan perdamaian sekaligus mempercepat kemajuan di kawasan Asia Tenggara. Hal tersebut disampaikan Prabowo ketika memberikan pidato dalam Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 yang berlangsung di Far Eastern Federal University, Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026).

Dalam pidatonya, Prabowo mengungkapkan bahwa Asia Tenggara memiliki perjalanan sejarah yang panjang dengan berbagai konflik, ketegangan, hingga perbedaan yang cukup mendalam di antara negara-negara kawasan.

Meski demikian, para pemimpin negara Asia Tenggara pada akhirnya menyadari adanya berbagai persoalan yang jauh lebih besar dan membutuhkan penyelesaian secara bersama-sama.

Persoalan tersebut mencakup kemiskinan, terbatasnya akses terhadap layanan kesehatan dan pendidikan, kondisi infrastruktur yang belum sepenuhnya memadai, hingga kebutuhan untuk menyediakan lapangan kerja dan memperluas kesempatan ekonomi bagi masyarakat.

“Karena itu, ASEAN memilih musyawarah alih-alih konfrontasi, serta kerja sama alih-alih perpecahan,” kata Prabowo.

Menurut Prabowo, keputusan negara-negara ASEAN untuk terus mengutamakan dialog selama hampir enam dekade telah membawa dampak positif terhadap terciptanya perdamaian dan stabilitas di Asia Tenggara.

Stabilitas kawasan tersebut, lanjutnya, turut memberikan ruang bagi masyarakat untuk menjalankan berbagai kegiatan ekonomi maupun sosial dengan lebih baik.

Dalam kondisi yang stabil, para petani dapat terus menjalankan kegiatan produksi, pabrik bisa beroperasi, kapal-kapal dapat berlayar, pelaku usaha memiliki kesempatan untuk melakukan investasi, sementara anak-anak dapat memperoleh pendidikan.

Dorong Konektivitas Eurasia-Asia Tenggara Selain berbicara mengenai perdamaian ASEAN, Prabowo juga mengajak negara-negara yang tergabung dalam Eurasian Economic Union (EAEU) untuk memperluas manfaat stabilitas di Asia Tenggara.

Upaya tersebut dapat dilakukan dengan memperkuat konektivitas serta memperluas kerja sama antara kawasan Eurasia dan Asia Tenggara.

Prabowo menyebut salah satu instrumen yang dapat digunakan untuk mempererat hubungan ekonomi kedua kawasan adalah Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia-EAEU atau I-EAEU FTA.

Perjanjian tersebut telah ditandatangani di St Petersburg, Rusia, pada 21 Desember 2025.

“Indonesia mengajak Rusia dan seluruh anggota EAEU untuk turut memperluas manfaat perdamaian ASEAN tersebut dengan menghubungkan Eurasia secara lebih erat dengan Asia Tenggara,” ucap Prabowo.

Saat ini, I-EAEU FTA masih berada dalam tahapan ratifikasi atau proses pengesahan. Perjanjian tersebut ditargetkan mulai diterapkan pada 2027.

Melalui kesepakatan itu, Indonesia nantinya memperoleh akses pasar ke lima negara anggota EAEU, yaitu Rusia, Belarus, Kazakhstan, Armenia, dan Kirgizstan.

Berbagai komoditas dan produk asal Indonesia berpeluang mendapatkan akses yang lebih luas ke pasar negara-negara tersebut. Produk yang memiliki potensi tersebut antara lain kelapa sawit beserta produk turunannya, kopi, kakao, perikanan, tekstil, alas kaki, serta furnitur.

Di sisi lain, negara-negara anggota EAEU juga akan memperoleh kesempatan lebih besar untuk mengakses pasar Indonesia.

Prabowo menilai posisi Indonesia cukup strategis dalam hubungan perdagangan tersebut karena Indonesia dapat berperan sebagai pintu masuk bagi produk-produk dari negara EAEU untuk menjangkau pasar ASEAN.

Kawasan ASEAN sendiri memiliki jumlah penduduk lebih dari 680 juta jiwa. Dengan besarnya potensi pasar tersebut, peningkatan konektivitas antara Eurasia dan Asia Tenggara dinilai dapat membuka peluang ekonomi yang signifikan bagi kedua kawasan.

Red.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh