Home / Nasional / 276 Siswa dan Guru di Agam Diduga Keracunan MBG, SPPG Pasia Laweh Dihentikan

276 Siswa dan Guru di Agam Diduga Keracunan MBG, SPPG Pasia Laweh Dihentikan

majalahsuaraforum.com – Sebanyak 276 siswa dan guru di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mengalami gangguan kesehatan yang diduga berkaitan dengan konsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Para penerima manfaat tersebut berasal dari jenjang SD, SMP, hingga SMA, serta sejumlah guru.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, pemerintah menghentikan sementara operasional dan distribusi makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pasia Laweh. Penghentian dilakukan sebagai langkah pencegahan sembari menunggu hasil pemeriksaan sampel makanan oleh laboratorium Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Sumatera Barat.

Sejumlah siswa dan guru dilaporkan mengalami berbagai keluhan kesehatan setelah mengonsumsi makanan MBG. Gejala yang dirasakan antara lain sakit kepala, sakit perut, mual, serta demam.

Para penerima manfaat yang mengalami keluhan kemudian mendapatkan perawatan di sejumlah puskesmas. Dari ratusan orang tersebut, dua orang harus mendapatkan penanganan lebih lanjut dengan dirujuk ke RSUD Bukittinggi.

Wakil Bupati Agam Muhammad Iqbal turun langsung meninjau kondisi para siswa yang menjalani perawatan di Puskesmas Palupuh pada Kamis (3/9/2026). Ia memastikan pemerintah daerah melakukan penanganan terhadap seluruh penerima manfaat yang mengalami gangguan kesehatan.

“Kami langsung turun ke lapangan untuk memastikan seluruh penerima manfaat yang mengalami keluhan mendapat penanganan medis yang optimal,” kata Wakil Bupati Agam Muhammad Iqbal saat meninjau siswa keracunan dirawat di Puskesmas Palupuh, Kamis (3/9/2026).

Peristiwa dugaan keracunan MBG tersebut pertama kali terjadi pada Senin (31/8/2026). Jumlah siswa yang mengalami gangguan kesehatan kemudian bertambah pada Rabu (2/9/2026).

Untuk mengetahui penyebab munculnya keluhan kesehatan tersebut, tim Dinas Kesehatan Kabupaten Agam telah mengambil sampel makanan MBG. Sampel tersebut kemudian dikirim untuk menjalani pemeriksaan di laboratorium.

Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan apakah terdapat kandungan atau faktor tertentu dari menu MBG yang menyebabkan para penerima manfaat mengalami gangguan kesehatan.

Sebagai bagian dari langkah antisipasi, operasional dapur SPPG Pasia Laweh sekaligus kegiatan pendistribusian makanan dihentikan sementara mulai Rabu (2/9/2026). Penghentian akan berlangsung hingga hasil pemeriksaan laboratorium diketahui.

Iqbal menjelaskan, keputusan menghentikan sementara aktivitas SPPG tersebut merupakan langkah pencegahan. Pemerintah ingin memastikan makanan yang nantinya kembali diberikan kepada penerima manfaat berada dalam kondisi aman dan memenuhi standar yang diperlukan.

“Kami masih menunggu hasil laboratorium dan keterangan medis sebelum bisa memastikan penyebab pastinya,” tegasnya.

Sementara itu, hingga Kamis (3/9/2026), pihak kepolisian belum menyimpulkan penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami para siswa dan guru tersebut.

Pemerintah daerah masih menunggu hasil pemeriksaan dari laboratorium serta keterangan medis sebagai bagian dari proses penelusuran. Hasil laboratorium nantinya akan menjadi salah satu dasar penting untuk mengetahui penyebab sebenarnya dari gangguan kesehatan yang dialami para penerima manfaat MBG.

Dengan penghentian sementara operasional SPPG Pasia Laweh, pemerintah berharap proses pemeriksaan dapat dilakukan secara menyeluruh sebelum distribusi makanan kembali dilanjutkan. Langkah tersebut sekaligus ditujukan untuk memastikan keamanan makanan bagi seluruh penerima manfaat MBG di wilayah tersebut.

Dw.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh