majalahsuaraforum.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan kebijakan penempatan dana negara sebesar Rp 200 triliun pada lima bank mitra. Selain itu, pemerintah juga memperkenalkan paket akselerasi ekonomi 2025 yang mencakup program magang berbayar untuk lulusan perguruan tinggi.
Dalam program ini, pemerintah akan memberikan uang saku setara Upah Minimum Provinsi (UMP) selama enam bulan kepada 20.000 peserta magang.
Program Dinilai Terlalu Terbatas Ekonom Universitas Gadjah Mada (UGM), Wisnu Setiadi Nugroho, menilai program tersebut tidak sebanding dengan jumlah pengangguran lulusan perguruan tinggi yang mencapai sekitar 1 juta orang pada 2025.
“Itu akan sangat terbatas jika program tidak diskalakan atau diintegrasikan dengan penempatan kerja berkelanjutan,” ujar Wisnu, Jumat (26/9/2025).
Ia menekankan, agar program magang dapat berjalan efektif, maka harus diarahkan pada pengalaman kerja nyata. Selain itu, perlu ada insentif bagi pemberi kerja seperti keringanan pajak bersyarat, serta sistem matching yang lebih baik dan pelatihan vokasi yang relevan.
“Tetapi juga jangan lupa harus ditingkatkan skala dan kualitasnya, bukan hanya subsidi gaji singkat,” tambahnya.
Perluas Sektor Penyerap Tenaga Kerja Wisnu juga menyarankan agar kebijakan pembangunan berfokus pada sektor yang mampu menyerap tenaga kerja dengan nilai tambah berkelanjutan. Menurutnya, hal itu dapat ditempuh dengan memperkuat human capital, melalui pelatihan vokasi, program magang terstruktur, hingga reformasi kurikulum agar sesuai kebutuhan industri.
“Tak kalah penting, sektor pertanian dan kelautan juga perlu dikembangkan agar mampu menjaga stabilitas pangan sekaligus membuka lapangan kerja di daerah,” pungkasnya.
Lan.











