Home / Ekonomi / Pencopotan Dua Dirjen Kemenkeu Dinilai Hanya Pengalihan Isu dari Persoalan Internal

Pencopotan Dua Dirjen Kemenkeu Dinilai Hanya Pengalihan Isu dari Persoalan Internal

majalahsuaraforum.com – Keputusan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mencopot dua direktur jenderal di lingkungan Kementerian Keuangan Republik Indonesia menuai sorotan. Langkah tersebut dinilai sejumlah pihak lebih merupakan upaya pengalihan isu dari berbagai persoalan yang tengah membelit kementerian tersebut.

Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS), Anthony Budiawan, menilai pencopotan dua pejabat tinggi itu tidak menyentuh akar persoalan utama yang sedang dihadapi Kementerian Keuangan.

“Pencopotan dua dirjen di Kemenkeu nampaknya hanya pengalihan isu saja dan mencari kambing hitam atas banyak permasalahan yang terjadi di Kemenkeu,”

ungkap Anthony di Jakarta, Kamis (23/4/2026).

Menurutnya, keputusan tersebut justru berpotensi menimbulkan persepsi negatif di pasar. Ia menilai pergantian pejabat tidak akan memberi dampak signifikan apabila persoalan mendasar ekonomi masih belum terselesaikan.

“Masalahnya ada di fundamental ekonomi yang terus memburuk. Mau diganti berkali-kali, tidak akan ada efeknya,” tegas Anthony.

Ia bahkan menyinggung kondisi pasar keuangan, termasuk tekanan terhadap nilai tukar rupiah dan **Indeks Harga Saham Gabungan> (IHSG), yang menurutnya dapat turut dipengaruhi oleh sentimen negatif atas kebijakan tersebut.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa resmi mencopot Febrio Nathan Kacaribu dari jabatan Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal serta Luky Alfirman dari posisi Direktur Jenderal Anggaran, efektif sejak Selasa (21/4/2026).

Keputusan tersebut cukup mengejutkan karena kedua pejabat tersebut dikenal sebagai figur yang menempati posisi strategis sejak era Menteri Keuangan sebelumnya.

Menanggapi hal itu, Purbaya membenarkan bahwa untuk sementara posisi yang kosong telah diisi oleh pelaksana harian.

“Iya. Sudah dikasih Plh sekarang. Sudah kemarin soalnya, sekarang sudah aktif. Sudah ditandatangani kemarin siang,” ujar Purbaya.

Ia menambahkan bahwa penataan posisi definitif masih dalam proses pembahasan.

“Belum, istirahat dulu. Masih mencari tempat yang pas untuk mereka,” kata dia.

Selain dua posisi tersebut, jabatan Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan yang sebelumnya ditempati Masyita Crystalin juga masih belum diisi pejabat definitif dan sementara dijabat oleh Herman Sheruddin sebagai pelaksana harian.

Masyita diketahui telah beralih tugas sebagai Head of Economic & ESG Strategic Positioning di PT Danantara Investment Management (Persero) sejak 11 Februari 2026.

Purbaya juga menyampaikan bahwa nama-nama calon pejabat definitif untuk mengisi tiga posisi strategis tersebut nantinya akan diajukan kepada Presiden Prabowo Subianto.

“Nanti akan sekalian diajukan ke Presiden. Jadi sekalian saya sebutkan awal Mei atau pertengahan Mei,” jelas dia.

Dinamika ini menambah perhatian publik terhadap arah kebijakan fiskal pemerintah dan stabilitas kelembagaan di tubuh Kementerian Keuangan Republik Indonesia, terutama di tengah tantangan ekonomi yang sedang dihadapi.

Lan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh