majalahsuaraforum.com-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pasir Putih melalui bagian Bimbingan Narapidana dan Anak Didik (Binadik) melaksanakan kegiatan ELING (Edukasi dan Konseling) bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk mendukung proses pembinaan melalui pendekatan edukatif dan konseling guna membantu warga binaan mengembangkan diri ke arah yang lebih positif.
Kegiatan ELING kali ini diisi oleh peserta magang, Luthfi Nur Khasana, lulusan program studi Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Malang (UM). Melalui latar belakang keilmuan yang dimiliki, pemateri memberikan edukasi dan pendampingan kepada warga binaan sebagai bagian dari upaya mendukung perkembangan pribadi serta membangun kesadaran diri selama menjalani masa pembinaan.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ELING menjadi ruang bagi warga binaan untuk memperoleh pemahaman, melakukan refleksi diri, serta mengembangkan pola pikir yang lebih positif. Pendekatan konseling juga diharapkan dapat membantu warga binaan mengenali potensi diri, menghadapi permasalahan secara lebih bijak, dan membangun motivasi untuk melakukan perubahan perilaku ke arah yang lebih baik.
Luthfi Nur Khasana menyampaikan, “Melalui edukasi dan konseling, warga binaan diharapkan mampu lebih memahami dirinya sendiri, mengenali potensi yang dimiliki, serta menjadikan masa pembinaan sebagai kesempatan untuk belajar dan memperbaiki diri. Perubahan positif dapat dimulai dari kesadaran diri dan kemauan untuk terus berkembang.”
Pelaksanaan kegiatan ini mencerminkan komitmen Lapas Kelas IIA Pasir Putih dalam menghadirkan program pembinaan yang memperhatikan aspek psikologis dan pengembangan pribadi warga binaan. Kolaborasi antara petugas dan peserta magang juga menjadi bentuk dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan pembinaan yang edukatif dan berkelanjutan.
Melalui kegiatan ELING, Lapas Kelas IIA Pasir Putih terus berupaya memberikan pembinaan yang bermanfaat bagi warga binaan. Diharapkan, kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran untuk memperbaiki diri, meningkatkan kepercayaan diri, serta mempersiapkan warga binaan agar mampu kembali dan beradaptasi secara positif di tengah masyarakat.(hil)










