foto istimewa
majalahsuaraforum.com — Pemerintah Indonesia menyampaikan kecaman keras atas serangan teror yang menyasar Gereja Ortodoks Yunani Santo Georgius di Provinsi Karak, Yordania, pada 23 Oktober 2026. Insiden tersebut menewaskan delapan orang dan menyebabkan 27 orang lainnya mengalami luka-luka.
Kecaman itu disampaikan melalui pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI yang dipublikasikan melalui media sosial pada Senin (26/10/2026).
“Indonesia mengecam keras serangan bersenjata brutal yang terjadi di Gereja Ortodoks Yunani Santo Georgius, Provinsi Karak, Yordania, pada 23 Oktober 2026, yang mengakibatkan banyak korban jiwa dan luka-luka,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) melalui media sosial, Senin (26/10/2026).
Pemerintah bersama rakyat Indonesia turut menyampaikan belasungkawa dan simpati mendalam kepada keluarga para korban. Indonesia juga berharap seluruh korban yang mengalami luka-luka dapat segera pulih.
Selain menyampaikan duka cita, Indonesia menegaskan solidaritasnya kepada Raja Abdullah II, pemerintah, dan masyarakat Yordania dalam menghadapi tragedi tersebut.
Pemerintah Indonesia juga menyatakan dukungan terhadap langkah-langkah tegas yang ditempuh pemerintah Yordania untuk menjaga stabilitas nasional serta menindak pihak-pihak yang terlibat dalam serangan teror itu.
KBRI Amman Pantau Situasi dan Keamanan WNI
Kementerian Luar Negeri RI melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Amman terus mengikuti perkembangan situasi setelah serangan di wilayah Karak. Perwakilan Indonesia juga menjalin koordinasi dengan otoritas setempat untuk memastikan kondisi keamanan di wilayah tersebut.
“Langkah tersebut guna memastikan keselamatan dan keamanan seluruh warga negara Indonesia di Yordania,” kata Kemenlu.
Upaya pemantauan tersebut dilakukan untuk memastikan keselamatan warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Yordania di tengah perkembangan situasi pascaserangan.
Dua Penyerang Dilaporkan Melepaskan Tembakan
Serangan terjadi ketika upacara pemakaman sedang berlangsung di Gereja Ortodoks Yunani yang berada di Desa Hamoud, Kegubernuran Karak, wilayah selatan Yordania. Peristiwa itu mengakibatkan delapan orang meninggal dunia dan 27 lainnya terluka.
Menteri Dalam Negeri Yordania, Mazin Al Farrayeh, mengatakan negaranya menjadi sasaran aksi terorisme yang dilakukan oleh sekelompok ekstremis. Ia menggambarkan kejadian tersebut sebagai tindakan mengerikan yang layak mendapat kecaman keras.
Sementara itu, stasiun televisi publik Yordania, Al-Mamlaka TV, mengutip sumber yang tidak disebutkan identitasnya, melaporkan bahwa dua orang bersenjata turun dari sebuah kendaraan sebelum melepaskan tembakan ke arah gereja saat upacara pemakaman berlangsung.
Seorang saksi mata yang diwawancarai stasiun televisi tersebut mengatakan para pelaku menembak secara terus-menerus selama sekitar lima menit. Setelah melakukan penyerangan, keduanya dilaporkan melarikan diri dari lokasi kejadian.
Saksi itu memperkirakan terdapat sekitar 150 hingga 200 orang di dalam maupun di sekitar gereja ketika serangan berlangsung.
Raja Abdullah II Tegaskan Respons Keras
Raja Abdullah II mengecam serangan tersebut dan menyebutnya sebagai aksi teroris yang akan direspons secara tegas oleh pemerintah Yordania.
“Setiap nyawa orang Yordania berharga dan kami akan menghajar dengan tangan besi siapa pun yang berani mengancam negara kami,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menegaskan sikap pemerintah Yordania dalam menghadapi ancaman terhadap keamanan negara dan keselamatan masyarakatnya.
Di tengah penanganan insiden tersebut, Indonesia menyampaikan dukungan kepada pemerintah dan rakyat Yordania. Pemerintah Indonesia juga terus memantau perkembangan melalui KBRI di Amman untuk memastikan keamanan WNI sekaligus mengikuti langkah-langkah yang diambil otoritas setempat setelah serangan itu.
red.










