Home / Kabar Berita / Trump Sebut Konflik AS-Iran Berpeluang Selesai Sebelum Pemilu Paruh Waktu 2026

Trump Sebut Konflik AS-Iran Berpeluang Selesai Sebelum Pemilu Paruh Waktu 2026

Foto. Ist

majalahsuaraforum.com – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberikan sinyal bahwa perang dengan Iran yang telah berlangsung sekitar tujuh bulan berpotensi berakhir sebelum maupun setelah pemilu paruh waktu AS pada November 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump kepada awak media ketika menghadiri Amgen Irish Open yang berlangsung di Trump International Golf Links, Irlandia, Minggu (13/9/2026).

Trump mengatakan belum dapat memastikan secara pasti kapan konflik tersebut akan berakhir. Namun, ia membuka kemungkinan perang dapat dihentikan sebelum pemilu paruh waktu ataupun setelah agenda politik tersebut berlangsung.

“Itu (perang) bisa berakhir sebelum pemilihan paruh waktu, tetapi (bisa) akan berakhir setelah pemilihan paruh waktu,” kata Trump, yang dikutip dari Yeni Safak, Senin (14/9/2026).

Konflik yang telah berlangsung berbulan-bulan tersebut disebut telah menimbulkan korban dari pihak militer Amerika Serikat. Trump menyebut sebanyak 18 anggota militer AS telah meninggal dalam perang tersebut.

Meski membuka peluang berakhirnya perang, Trump menegaskan bahwa setiap kesepakatan yang nantinya dicapai harus memenuhi tuntutan utama pemerintahannya terhadap Iran. Salah satu syarat yang ditekankan adalah memastikan Iran tidak memiliki senjata nuklir secara permanen.

Trump menegaskan bahwa Washington tidak akan menerima kondisi yang memungkinkan Iran kembali memiliki kemampuan persenjataan nuklir.

“Iran tidak dapat memiliki senjata nuklir, dan mereka tidak akan memiliki senjata nuklir,” tegasnya.

Iran Disebut Terus Hubungi AS Trump juga mengungkapkan bahwa sejumlah pejabat Iran disebut terus melakukan komunikasi dengan pihaknya. Menurut Trump, pejabat Iran berulang kali menghubungi untuk membicarakan kemungkinan perundingan yang dapat mengakhiri perang.

Meski terdapat upaya komunikasi tersebut, Trump menegaskan dirinya tidak akan terburu-buru menyepakati perjanjian apabila isi kesepakatan tersebut dianggap tidak memberikan keuntungan bagi Amerika Serikat.

Ia memastikan kepentingan AS tetap menjadi pertimbangan utama dalam setiap proses negosiasi dengan Iran.

“Saya tidak akan membuat kesepakatan yang tidak menguntungkan AS,” pungkas Trump.

Red.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh