majalahsuaraforum.com – Suahasil Nazara resmi menduduki posisi Menteri Keuangan setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Senin (14/9/2026). Ia menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa yang sebelumnya dipercaya sebagai Menteri Keuangan.
Pengangkatan Suahasil tercantum dalam Keputusan Presiden Nomor 97/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih Sisa Jabatan 2024–2029.
Sebelum ditunjuk sebagai menteri, Suahasil menjabat Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu). Kini, ia mendapat mandat untuk memimpin Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan menjalankan berbagai kebijakan fiskal pemerintah.
Selain perjalanan kariernya sebagai ekonom, akademisi, dan pejabat pemerintah, jumlah harta kekayaan Suahasil juga menjadi sorotan setelah dirinya menduduki posisi bendahara negara.
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) periodik 2025 yang disampaikan pada 27 Februari 2026, Suahasil tercatat memiliki kekayaan bersih sebesar Rp138.167.334.176.
Dalam laporan tersebut, total aset yang dimiliki Suahasil sebelum dikurangi utang mencapai Rp138.201.325.879. Setelah dikurangi kewajiban utang sebesar Rp33.991.703, kekayaan bersihnya tercatat Rp138.167.334.176 atau sekitar Rp138,16 miliar.
Surat Berharga Jadi Komponen Terbesar Dari keseluruhan harta yang dilaporkan, surat berharga menjadi aset dengan nilai paling besar. Nilainya mencapai Rp66.876.177.492.
Komponen kekayaan terbesar kedua berasal dari tanah dan bangunan yang nilainya mencapai Rp49.857.555.000.
Berikut rincian harta kekayaan Suahasil Nazara berdasarkan LHKPN periodik 2025:
– Tanah dan bangunan: Rp49.857.555.000
– Alat transportasi dan mesin: Rp1.228.000.000
– Harta bergerak lainnya: Rp9.078.963.407
– Surat berharga: Rp66.876.177.492
– Kas dan setara kas: Rp6.037.703.482
– Harta lainnya: Rp5.122.926.498
– Utang: Rp33.991.703
Setelah seluruh aset dikalkulasikan dan kewajiban utang dikurangkan, kekayaan bersih yang dilaporkan Suahasil mencapai Rp138.167.334.176.
Properti Tersebar di Jakarta dan Depok Aset tanah dan bangunan menjadi salah satu komponen utama dalam kekayaan Suahasil. Berdasarkan dokumen LHKPN, total nilai properti yang dimilikinya mencapai Rp49.857.555.000.
Sejumlah aset tanah dan bangunan tersebut tercatat berada di Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, dan Depok.
Rinciannya antara lain tanah seluas 532 meter persegi di Jakarta Selatan dengan nilai Rp3.966.060.000. Kemudian terdapat tanah dan bangunan seluas 547 meter persegi/374 meter persegi di Jakarta Selatan senilai Rp4.370.415.000.
Suahasil juga melaporkan bangunan seluas 61 meter persegi di Jakarta Selatan dengan nilai Rp1.500.000.000.
Sementara di Depok, terdapat tanah seluas 1.980 meter persegi yang dilaporkan memiliki nilai Rp4.965.840.000.
Dua aset berupa bangunan juga tercatat berada di Jakarta Pusat, yakni bangunan seluas 33 meter persegi senilai Rp817.600.000 serta bangunan seluas 21 meter persegi dengan nilai Rp537.640.000.
Selain itu, terdapat dua aset properti lainnya di Jakarta Selatan. Masing-masing berupa tanah dan bangunan seluas 541 meter persegi/250 meter persegi senilai Rp28.000.000.000 serta tanah dan bangunan seluas 505 meter persegi/200 meter persegi senilai Rp5.700.000.000.
Empat Mobil Masuk LHKPN Pada kategori alat transportasi dan mesin, Suahasil melaporkan kekayaan senilai Rp1.228.000.000.
Aset tersebut terdiri dari empat kendaraan roda empat, yakni Toyota Camry Sedan tahun 2013 dengan nilai Rp160.000.000, Honda Jazz Sedan tahun 2019 senilai Rp220.000.000, Honda HR-V tahun 2022 senilai Rp330.000.000, dan Toyota Alphard tahun 2019 senilai Rp518.000.000.
Selain kendaraan, Suahasil memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp9.078.963.407.
Ia juga mencatat kepemilikan kas dan setara kas sebesar Rp6.037.703.482 serta harta lainnya senilai Rp5.122.926.498.
Latar Belakang Akademik Suahasil Suahasil Nazara lahir di Jakarta pada 23 November 1970. Ia dikenal memiliki latar belakang sebagai ekonom, akademisi, sekaligus pejabat pemerintah.
Pendidikan sarjananya ditempuh di Universitas Indonesia dan diselesaikan pada 1994 dengan gelar sarjana ekonomi.
Suahasil kemudian melanjutkan studi ke Cornell University, Amerika Serikat. Pada 1997, ia memperoleh gelar Master of Science.
Pendidikan doktoralnya ditempuh di University of Illinois at Urbana-Champaign dan berhasil diselesaikan pada 2003 dengan gelar Doctor of Philosophy.
Karier akademik Suahasil dimulai ketika ia menjadi dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia pada 1999. Sepuluh tahun kemudian, ia memperoleh gelar guru besar di bidang ilmu ekonomi.
Selama berkarier di Universitas Indonesia, Suahasil pernah menduduki sejumlah posisi. Ia menjadi kepala program studi pascasarjana ilmu ekonomi pada 2004–2005, kemudian memimpin Lembaga Demografi pada 2005–2008.
Pada 2009–2013, Suahasil dipercaya menjadi ketua Departemen Ilmu Ekonomi.
Perjalanan Karier di Pemerintahan Pengalaman Suahasil di pemerintahan berkembang melalui berbagai posisi yang berkaitan dengan kebijakan ekonomi dan fiskal.
Pada 2009–2011, ia menjadi anggota tim asistensi Menteri Keuangan bidang desentralisasi fiskal.
Ia juga pernah menjabat koordinator pokja kebijakan di Sekretariat Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) pada Kantor Wakil Presiden RI selama periode 2010–2015.
Selain itu, Suahasil menjadi Wakil Ketua Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD) pada 2009–2015 dan pernah menjadi anggota Dewan Komite Ekonomi Nasional (KEN) pada 2013–2014.
Kariernya di Kementerian Keuangan semakin kuat ketika pada 6 Februari 2015 ia mulai menjalankan tugas sebagai pelaksana tugas Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF).
Suahasil kemudian dilantik sebagai Kepala BKF definitif pada 31 Oktober 2016.
Pernah Dua Kali Menjabat Wamenkeu Setelah berkiprah sebagai akademisi dan pejabat di lingkungan Kemenkeu, Suahasil dipercaya masuk ke jajaran pemerintahan sebagai Wakil Menteri Keuangan.
Ia pertama kali ditunjuk sebagai Wamenkeu pada 25 Oktober 2019 dalam Kabinet Indonesia Maju di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo.
Jabatan tersebut kembali dipercayakan kepadanya ketika Presiden Prabowo Subianto membentuk Kabinet Merah Putih. Suahasil dilantik sebagai Wamenkeu pada 21 Oktober 2024.
Sebelum akhirnya naik menjadi Menteri Keuangan pada Senin (14/9/2026), Suahasil telah menghabiskan waktu cukup panjang di lingkungan Kementerian Keuangan.
Pengalaman tersebut membuatnya terlibat dalam berbagai proses perumusan maupun pelaksanaan kebijakan fiskal nasional hingga akhirnya dipercaya menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan.
Lan.











