Foto. Ist
majalahsuaraforum.com – Serangan udara Israel dilaporkan kembali menghantam kompleks Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa di wilayah Deir al-Balah, Gaza bagian tengah. Serangan tersebut mengenai gudang penyimpanan obat-obatan dan logistik medis yang berada di area rumah sakit.
Akibat serangan itu, sedikitnya dua gudang logistik medis dilaporkan hancur, sementara dua gudang lainnya mengalami kerusakan berat. Ledakan juga memicu kebakaran yang melalap puluhan tenda pengungsian warga Palestina yang berada di sekitar kompleks rumah sakit.
Situasi di lokasi sempat dipenuhi kepanikan. Pasien, tenaga kesehatan, para pengungsi, serta warga sekitar berusaha menyelamatkan diri beberapa saat setelah militer Israel mengeluarkan peringatan evakuasi. Hingga laporan tersebut disampaikan, belum terdapat informasi mengenai korban jiwa, namun kerusakan terhadap fasilitas kesehatan disebut sangat besar.
Kementerian Kesehatan Gaza mengecam keras serangan tersebut dan menyebutnya sebagai serangan langsung terhadap fasilitas pelayanan kesehatan.
“Daya hancur rudal yang digunakan sepenuhnya menghancurkan dua dari empat gudang di lokasi sasaran dan menyebabkan kerusakan parah pada dua gudang lainnya,” tegas Kementerian.
Selain gudang penyimpanan obat, bangunan klinik rawat jalan yang berada di dekat rumah sakit juga dilaporkan mengalami kerusakan cukup berat. Persediaan obat-obatan dan berbagai perlengkapan medis yang dibutuhkan untuk pelayanan pasien disebut musnah akibat ledakan.
Juru Bicara Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa, Khalil al-Daqran, menjelaskan bahwa gudang yang terdampak menyimpan berbagai kebutuhan penting rumah sakit, termasuk obat-obatan, cairan infus, serta perlengkapan untuk unit layanan vital.
“Pemboman tersebut menyebabkan hilangnya sejumlah besar cairan infus, obat-obatan, dan perlengkapan yang digunakan di departemen-departemen vital, termasuk dialisis dan perawatan intensif,” ujarnya.
Menurut Al-Daqran, hilangnya stok logistik medis tersebut diperkirakan akan semakin memperburuk kondisi pelayanan kesehatan di Gaza yang selama ini telah menghadapi keterbatasan akibat blokade dan minimnya pasokan medis.
Ia juga menegaskan bahwa serangan terhadap fasilitas kesehatan merupakan pelanggaran terhadap hukum humaniter internasional. Berdasarkan keterangannya, sekitar 50 persen kapasitas layanan kesehatan di Gaza kini telah lumpuh karena banyaknya fasilitas medis yang rusak serta terus menipisnya persediaan obat-obatan.
Sementara itu, menurut laporan yang dikutip dalam berita tersebut, sejak gencatan senjata diberlakukan pada Oktober tahun lalu, lebih dari 1.200 warga Palestina dilaporkan meninggal dunia dan hampir 4.000 lainnya mengalami luka-luka akibat serangan yang terus berulang di wilayah Gaza.
Red.











