Foto. Ist
majalahsuaraforum.com – Wabah penyakit cyclosporiasis yang menyebar di berbagai wilayah Amerika Serikat terus menjadi perhatian otoritas kesehatan. Hingga akhir Juli 2026, jumlah kasus infeksi telah melampaui 18 ribu, sementara dua warga di negara bagian Michigan dilaporkan meninggal dunia akibat komplikasi yang berkaitan dengan penyakit tersebut.
Data Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Michigan (MDHHS) menunjukkan bahwa hingga 30 Juli terdapat 11.234 kasus cyclosporiasis di wilayah tersebut. Dari jumlah itu, sebanyak 193 pasien harus menjalani perawatan di rumah sakit karena kondisi kesehatannya.
Dua korban meninggal diketahui memiliki penyakit penyerta yang semakin memburuk setelah mengalami infeksi usus serta dehidrasi akibat diare berkepanjangan. Hingga kini, pihak berwenang belum mengungkap identitas maupun rincian kondisi medis kedua pasien tersebut.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menjelaskan bahwa infeksi yang disebabkan oleh parasit Cyclospora cayetanensis pada umumnya tidak bersifat mematikan. Namun, penyakit tersebut dapat menimbulkan komplikasi serius bagi kelompok rentan, terutama jika menyebabkan dehidrasi berat.
“Penyakit ini umumnya tidak mengancam jiwa, tetapi dehidrasi parah yang disebabkan oleh diare berkepanjangan dapat menyebabkan komplikasi serius, terutama pada pasien yang rentan,” demikian penjelasan CDC.
Di sisi lain, CDC bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) masih melakukan penyelidikan terhadap sejumlah klaster wabah yang diduga berkaitan dengan produk selada iceberg.
Sebagai langkah pencegahan, pada 17 Juli lalu Taylor Farms de Mexico menarik seluruh produk selada iceberg yang berasal dari wilayah Meksiko bagian tengah. Penarikan tersebut juga mencakup produk bermerek Marketside yang dipasarkan melalui jaringan Walmart. Produk-produk itu sebelumnya telah didistribusikan kepada konsumen, restoran, dan peritel di sedikitnya 27 negara bagian.
Secara nasional, CDC menyatakan telah menerima laporan lebih dari 18 ribu kasus cyclosporiasis, baik yang telah terkonfirmasi maupun yang masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
Khusus pada penyelidikan wabah yang diduga terkait dengan selada iceberg, tercatat sebanyak 1.947 kasus terkonfirmasi di sembilan negara bagian. Dari jumlah tersebut, 98 pasien dilaporkan harus menjalani perawatan di rumah sakit.
Cyclosporiasis merupakan infeksi pada saluran pencernaan yang ditularkan melalui makanan atau air yang telah terkontaminasi parasit Cyclospora cayetanensis. Penyakit ini umumnya ditandai dengan gejala berupa diare berair, tubuh terasa lemas, hilangnya nafsu makan, penurunan berat badan, kram perut, mual, hingga perut kembung.
Apabila tidak segera mendapatkan penanganan medis, gejala dapat berlangsung selama beberapa minggu dan meningkatkan risiko dehidrasi berat, terutama pada penderita yang memiliki kondisi kesehatan tertentu.
Otoritas kesehatan Amerika Serikat mengimbau masyarakat untuk tidak mengonsumsi produk selada yang telah ditarik dari peredaran. Selain itu, masyarakat juga diminta menjaga kebersihan tangan serta bahan makanan sebelum dikonsumsi dan segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala yang mengarah pada infeksi cyclosporiasis.
Warga yang dihubungi oleh dinas kesehatan juga diminta bersedia mengikuti wawancara mengenai riwayat makanan yang dikonsumsi sebelum jatuh sakit. Langkah tersebut dilakukan untuk membantu petugas mengidentifikasi sumber kontaminasi sekaligus mencegah penyebaran wabah yang lebih luas.
Red.











