Home / Ekonomi / Zulhas Tegaskan Isu Pengadaan Kipas Angin Rp1,8 Triliun untuk Kopdes Merah Putih Tidak Benar

Zulhas Tegaskan Isu Pengadaan Kipas Angin Rp1,8 Triliun untuk Kopdes Merah Putih Tidak Benar

Foto. Ist

majalahsuaraforum.com – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), membantah kabar yang menyebut pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,8 triliun untuk pengadaan kipas angin bagi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Menurutnya, informasi yang beredar tersebut muncul akibat kesalahpahaman dalam membaca rincian anggaran pembangunan koperasi.

Zulhas menjelaskan bahwa angka yang ramai diperbincangkan bukanlah nilai pengadaan satu jenis barang, melainkan bagian dari keseluruhan komponen biaya pembangunan setiap unit KDKMP.

“Sudah berkali-kali dijelaskan tidak ada Rp1,8 triliun,” kata Zulhas saat konferensi pers di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Selasa (28/7/2026).

Ia menerangkan, anggaran yang disiapkan untuk setiap unit Koperasi Desa Merah Putih mencakup berbagai kebutuhan, mulai dari pembangunan gedung, penyediaan kendaraan operasional, hingga perlengkapan penunjang lainnya. Karena itu, menurutnya tidak tepat apabila seluruh anggaran tersebut dikaitkan hanya dengan pengadaan kipas angin.

Zulhas menjelaskan bahwa pembangunan gedung KDKMP dengan luas sekitar 600 meter persegi rata-rata membutuhkan anggaran sekitar Rp1,6 miliar. Nilai tersebut disebut lebih rendah dibandingkan estimasi Kementerian Pekerjaan Umum yang memperkirakan biaya pembangunan mencapai sekitar Rp4 juta per meter persegi atau sekitar Rp2,4 miliar untuk bangunan dengan luas yang sama.

“Jadi, itu yang dibangun itu kan 600 meter. Itu nilainya langsam karena ada yang mahal sekali, ada yang, menurut PU itu kan Rp4 juta per meter. Itu kalau Rp4 juta kali 600 [unit], Rp2,4 miliar. Tapi dengan TNI itu bisa ditekan, [jadi] Rp1,6 miliar. Ada yang di bawah Rp1,6 miliar, tapi ada juga yang di atas Rp1,6 miliar, rata-rata Rp1,6 miliar. Misalnya di Maluku, di Papua itu mahal sekali,” ujarnya.

Selain pembangunan gedung, setiap KDKMP juga memerlukan kendaraan operasional dengan nilai sekitar Rp1,1 miliar. Dengan demikian, total kebutuhan anggaran untuk kedua komponen tersebut mencapai sekitar Rp2,7 miliar.

Sementara itu, sisa anggaran sekitar Rp300 juta akan digunakan untuk melengkapi berbagai fasilitas pendukung, seperti klinik, rak penyimpanan, dan perlengkapan operasional lainnya. Zulhas menegaskan bahwa seluruh pengadaan tersebut masih harus melalui proses verifikasi dan validasi.

“Nah, Rp300 jutanya sisanya, itu ada untuk klinik, macam-macam. Raknya, itu nanti akan di-anu-kan tersendiri. Nanti akan diverifikasi dan divalidasi. Sekarang divalidasi oleh BPKP dan BPK. InsyaAllah ini kami lakukan dengan transparan dan terbuka,” tutur Zulhas.

Lan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh