Home / Kabar Berita / Iran Tegas Tolak Dialog di Tengah Tekanan, Ancaman, dan Blokade

Iran Tegas Tolak Dialog di Tengah Tekanan, Ancaman, dan Blokade

Foto. Ist

majalahsuaraforum.com – Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menegaskan bahwa negaranya tidak akan bersedia melanjutkan proses perundingan selama masih berada di bawah tekanan, ancaman, maupun blokade dari pihak luar.

Pernyataan tersebut disampaikan Pezeshkian dalam percakapan telepon dengan Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, sebagaimana tertuang dalam keterangan resmi dari kepresidenan Iran.

Dalam pembicaraan itu, Presiden Iran menekankan bahwa terciptanya titik temu dan lingkungan yang kondusif merupakan syarat utama agar dialog dapat berlangsung secara efektif dan menghasilkan solusi nyata.

Menurut Pezeshkian, pengalaman dari perundingan-perundingan sebelumnya justru telah memperdalam rasa ketidakpercayaan publik di Iran. Hal tersebut terjadi karena proses dialog berlangsung bersamaan dengan penerapan sanksi, tekanan politik, serta blokade yang dinilai merugikan posisi Iran.

Ia menilai bahwa kondisi semacam itu tidak akan menghasilkan penyelesaian yang adil maupun berkelanjutan.

“Iran tidak akan berunding di bawah tekanan, ancaman, atau blokade,” tegas Pezeshkian.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa salah satu prasyarat penting dalam menyelesaikan perselisihan adalah penghentian segala bentuk sikap bermusuhan, disertai jaminan bahwa tindakan serupa tidak akan kembali terjadi di masa mendatang.

Selain itu, Presiden Iran juga menyoroti meningkatnya kehadiran militer di kawasan yang menurutnya justru memperumit situasi dan semakin melemahkan suasana yang diperlukan untuk terciptanya dialog damai.

Menurutnya, penambahan kekuatan militer hanya akan memperbesar ketegangan dan memperkecil peluang tercapainya kesepakatan.

Pernyataan tegas tersebut muncul di tengah upaya Pakistan untuk kembali menghidupkan pembicaraan antara Iran dan Amerika Serikat setelah meningkatnya eskalasi konflik dalam beberapa pekan terakhir.

Sebelumnya, putaran pertama perundingan yang berlangsung di Islamabad dua pekan lalu belum mampu menghasilkan kesepakatan guna mengakhiri perang yang dimulai pada 28 Februari 2026 dan kemudian meluas ke kawasan Timur Tengah.

Pembicaraan tersebut dilaksanakan setelah tercapainya gencatan senjata selama dua pekan yang dimediasi oleh Pakistan pada 8 April 2026.

Gencatan senjata itu kemudian diperpanjang oleh Donald Trump, namun hingga saat ini upaya untuk mencapai perdamaian permanen masih menemui jalan buntu.

Situasi tersebut menunjukkan bahwa ketegangan antara kedua negara masih sangat tinggi, sementara peluang perundingan baru akan terbuka apabila tekanan dan tindakan yang dianggap mengancam terlebih dahulu dihentikan.

Red.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh