Home / Kabar Berita / PBB Desak Penghentian Serangan di Lebanon Usai Enam Pasukan UNIFIL Gugur

PBB Desak Penghentian Serangan di Lebanon Usai Enam Pasukan UNIFIL Gugur

Foto. Ist

majalahsuaraforum.com – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) kembali menyuarakan keprihatinan mendalam atas memburuknya situasi keamanan di Lebanon Selatan setelah enam anggota pasukan perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) dilaporkan gugur dalam eskalasi konflik yang terus meningkat.

Sekretaris Jenderal PBB António Guterres mendesak agar seluruh serangan militer yang mengarah ke wilayah Lebanon segera dihentikan demi mencegah bertambahnya korban jiwa, khususnya dari kalangan pasukan penjaga perdamaian yang tengah menjalankan mandat internasional.

“Serangan-serangan ini harus dihentikan,” tegas Guterres melalui akun media sosial resmi X, Sabtu (25/4/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul bertambahnya jumlah korban dari pasukan UNIFIL. Hingga saat ini, enam personel penjaga perdamaian dilaporkan meninggal dunia, termasuk empat prajurit TNI yang bertugas sebagai bagian dari misi perdamaian PBB di Lebanon.

“Enam penjaga perdamaian yang bertugas di UNIFIL kini telah tewas dan beberapa lainnya mengalami luka serius menyusul insiden baru-baru ini di tengah permusuhan antara Hizbullah dan Pasukan Pertahanan Israel,” tulisnya.

Kabar duka terbaru datang dari prajurit TNI, Praka Rico Pramudia, yang meninggal dunia setelah sebelumnya menjalani perawatan intensif akibat luka berat. Luka tersebut dideritanya setelah ledakan artileri yang ditembakkan dari tank Israel menghantam markas pasukan perdamaian pada 29 Maret 2026.

Dalam pernyataannya, Guterres turut menyampaikan belasungkawa atas wafatnya personel asal Indonesia tersebut.

“Saya turut berduka cita atas meninggalnya seorang lagi pasukan penjaga perdamaian UNIFIL asal Indonesia akibat luka-luka yang dideritanya setelah insiden pada bulan Maret, ketika sebuah peluru yang ditembakkan dari tank Pasukan Pertahanan Israel menghantam posisi @UNIFIL_ di Lebanon selatan, menurut temuan awal UNIFIL,” ungkapnya.

Selain itu, Guterres juga menyampaikan simpati mendalam kepada keluarga korban serta harapan agar para personel lain yang mengalami luka dapat segera pulih.

“Saya menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga, teman, dan kolega dari para penjaga perdamaian yang gugur, dan saya berharap agar para korban luka lainnya segera pulih sepenuhnya,” tambahnya.

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia juga telah menyampaikan kecaman keras atas serangan yang diduga dilakukan oleh Israel dan menyebabkan gugurnya Praka Rico Pramudia.

Serangan tersebut disebut berasal dari artileri tank Israel yang menghantam markas komando UNIFIL di kawasan Adchit Al Qusayr, Lebanon Selatan, pada 29 Maret 2026.

Juru Bicara II Kemlu RI, Vahd Nabyl A. Mulachela, menegaskan posisi Indonesia yang mengecam keras tindakan tersebut.

“Indonesia kembali mengutuk keras serangan Israel yang menyebabkan gugurnya peacekeeper Indonesia,” kata Vahd Nabyl A. Mulachela dalam keterangannya, dikutip Sabtu (25/5/2026).

Lebih lanjut, Indonesia terus mendesak PBB untuk melakukan penyelidikan yang menyeluruh dan transparan guna mengungkap fakta-fakta di lapangan sekaligus memastikan pihak yang bertanggung jawab dapat dimintai pertanggungjawaban.

“Serangan terhadap personel pemelihara perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang,” tegasnya.

Peristiwa ini kembali menyoroti tingginya risiko yang dihadapi pasukan perdamaian internasional di wilayah konflik, sekaligus memunculkan dorongan agar komunitas global segera mengambil langkah nyata untuk meredakan ketegangan di Lebanon.

Red.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh