majalahsuaraforum.com – Bentrok antar dua kelompok warga terjadi di Kabupaten Halmahera Tengah dan mengakibatkan jatuhnya korban jiwa. Peristiwa tersebut berlangsung pada Jumat (4/4/2026) siang di ruas jalan perbatasan antara Desa Banemo dan Desa Sibenpopo, Kecamatan Patani Barat.
Dalam insiden tersebut, dua orang dilaporkan meninggal dunia. Hingga saat ini, identitas korban maupun pihak yang terlibat dalam bentrokan masih belum diumumkan secara resmi oleh aparat.
Kapolda Maluku Utara, Waris Agono, menyampaikan bahwa pihaknya telah menurunkan personel gabungan dari TNI dan Polri untuk mengendalikan situasi. Ia memastikan bahwa kondisi di lokasi kejadian kini mulai berangsur kondusif.
Selain melakukan pengamanan, aparat juga mengedepankan pendekatan persuasif kepada masyarakat, khususnya warga Desa Sibenpopo yang sempat mengungsi ke area hutan akibat ketegangan. Mereka diimbau untuk kembali ke rumah masing-masing seiring kondisi yang mulai terkendali.
“Masyarakat saya imbau agar tetap menahan diri dan tidak mudah terprovokasi dengan berbagai informasi yang terjadi di Halmahera Tengah,” kata Waris di Ternate, Sabtu (4/4/2026).
Penyelidikan Masih Berlangsung Pihak kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab utama bentrokan, termasuk memastikan faktor yang menyebabkan korban meninggal dunia. Waris menegaskan bahwa proses hukum akan ditegakkan secara adil tanpa memandang latar belakang suku maupun agama.
Dipicu Kasus Pembunuhan Berdasarkan informasi yang dihimpun, konflik ini bermula dari kasus dugaan pembunuhan seorang warga Desa Bobane Jaya bernama Ali Abas (65). Korban ditemukan meninggal dunia di kebun pada Kamis (2/4/2026) malam dengan sejumlah luka akibat senjata tajam.
Peristiwa tersebut memicu kecurigaan dari warga terhadap kelompok lain yang diduga terlibat. Kecurigaan itu kemudian berkembang menjadi kemarahan yang berujung pada aksi penyerangan antarwarga.
Bentrok yang terjadi menyebabkan jatuhnya korban tambahan serta memperkeruh situasi keamanan di wilayah tersebut.
Pemerintah Daerah Turun Tangan Merespons kondisi tersebut, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Maluku Utara turut turun langsung ke lapangan. Wakil Gubernur Sarbin Sehe memimpin upaya penanganan dan mengimbau masyarakat untuk menjaga ketenangan.
Ia meminta seluruh warga agar tidak mudah terprovokasi dan menahan diri demi mencegah konflik meluas. Langkah ini dilakukan untuk memastikan stabilitas keamanan tetap terjaga serta mencegah terjadinya bentrokan susulan.
Hingga kini, aparat keamanan masih bersiaga di lokasi guna memastikan situasi tetap aman dan terkendali, sembari menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut terkait kasus tersebut.
Hil.











