Foto.ist
majalahsuaraforum.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mencapai kesepakatan untuk melibatkan China dalam strategi baru mereka guna menekan perekonomian Iran. Kesepakatan itu dibahas dalam pertemuan kedua pemimpin di Gedung Putih pada Rabu (11/2/2026).
Menurut laporan surat kabar Axios, yang mengutip dua pejabat Amerika Serikat yang mengetahui isi pembicaraan tersebut, langkah yang akan ditempuh adalah memperkuat upaya Washington untuk mengurangi ekspor minyak Iran ke China.
Langkah ini dinilai sebagai bagian dari strategi tekanan maksimum yang kembali digencarkan terhadap Teheran.
“Kami sepakat akan mengerahkan kekuatan penuh dengan tekanan maksimum terhadap Iran. Misalnya, terkait penjualan minyak Iran ke China,” ujar dua pejabat AS, dikutip dari Arab News, Senin (16/2/2026).
China diketahui menjadi pasar terbesar bagi minyak Iran. Bahkan, lebih dari 80% ekspor minyak Iran selama ini diserap oleh China. Karena itu, jika perdagangan minyak tersebut berhasil ditekan, Iran berpotensi kehilangan salah satu sumber pendapatan utamanya dari sektor energi.
Namun hingga berita ini diterbitkan, pihak Kementerian Luar Negeri China belum memberikan respons terhadap permintaan komentar media. Hal ini juga dipengaruhi oleh situasi libur nasional di China yang sedang berlangsung dalam rangka perayaan Tahun Baru Imlek.
Sementara itu, di sisi lain, upaya diplomasi antara Amerika Serikat dan Iran juga masih berjalan. Pekan lalu, delegasi resmi kedua negara melakukan pembicaraan tidak langsung mengenai kesepakatan nuklir di Muscat, Oman, dengan Oman bertindak sebagai mediator.
Dialog tersebut disebut sebagai upaya untuk membuka kembali jalur diplomasi, setelah Trump mengerahkan armada kapal perang Amerika Serikat ke kawasan Timur Tengah sebagai persiapan menghadapi kemungkinan operasi militer terhadap Iran dalam beberapa pekan mendatang.
Red.











