Foto. Ist
majalahsuaraforum.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada tenggat waktu yang ditetapkan untuk mengakhiri konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran. Pernyataan tersebut disampaikan di tengah berlanjutnya upaya perpanjangan gencatan senjata serta peluang dibukanya kembali jalur negosiasi damai.
Dalam keterangannya, Trump membantah anggapan bahwa dirinya ingin segera mengakhiri perang karena pertimbangan politik dalam negeri, khususnya menjelang pemilu paruh waktu di Amerika Serikat. Ia menegaskan bahwa keputusan terkait konflik tidak didasarkan pada kepentingan elektoral.
“Orang-orang mengatakan saya ingin menyelesaikannya karena pemilu paruh waktu, itu tidak benar,” kata Trump kepada Fox News, yang dilansir Kamis (23/4/2026).
Menurut Trump, tidak ada tekanan waktu dalam proses penyelesaian perang maupun dalam pembahasan perpanjangan gencatan senjata. Pemerintah Amerika Serikat disebut masih memberikan ruang bagi proses diplomasi agar peluang tercapainya kesepakatan damai tetap terbuka.
Sebelumnya, Trump sempat menyampaikan bahwa konflik yang dimulai pada 28 Februari tersebut diperkirakan berlangsung selama empat hingga enam minggu. Namun, perkembangan situasi di lapangan membuat proses penyelesaian memerlukan waktu lebih panjang dari perkiraan awal.
Pada Selasa lalu, Trump juga menyatakan akan memperpanjang masa gencatan senjata yang semula dijadwalkan berakhir pada Rabu malam. Langkah itu dilakukan untuk memberikan kesempatan lebih luas kepada Iran agar dapat menyampaikan proposal terpadu sebagai dasar pembahasan negosiasi tahap selanjutnya.
Kebijakan tersebut dinilai sebagai bagian dari strategi Washington untuk membuka kemungkinan tercapainya kesepakatan politik, sekaligus mengurangi eskalasi ketegangan di kawasan.
Sementara itu, Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt menegaskan bahwa Presiden Trump belum menetapkan batas waktu resmi bagi Iran untuk menyerahkan proposal tersebut.
“Pada akhirnya, jangka waktu akan ditentukan oleh panglima tertinggi,” katanya.
Pernyataan ini menunjukkan bahwa keputusan akhir sepenuhnya berada di tangan Presiden Trump selaku pemimpin tertinggi angkatan bersenjata Amerika Serikat. Dengan demikian, arah konflik dan peluang terciptanya perdamaian masih sangat bergantung pada hasil komunikasi diplomatik yang sedang berlangsung.
Situasi perang antara AS-Israel dan Iran hingga kini masih menjadi perhatian dunia internasional, mengingat dampaknya terhadap stabilitas keamanan kawasan Timur Tengah serta pengaruhnya terhadap kondisi geopolitik global.
Red.











