Foto. Ist
majalahsuaraforum.com – Dinamika diplomasi internasional di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) kembali menjadi sorotan. Nama Riyad Mansour, Utusan Tetap Palestina untuk PBB, kini resmi masuk dalam daftar kandidat yang digadang-gadang berpeluang besar menduduki posisi Presiden Sidang Majelis Umum (SMU) PBB ke-81 yang akan berlangsung pada tahun 2026.
Perkembangan ini dinilai sebagai momentum penting sekaligus sinyal kuat meningkatnya posisi Palestina dalam percaturan politik global. Kemunculan Mansour sebagai kandidat tidak hanya membawa harapan baru bagi Palestina, tetapi juga menjadi perhatian luas di kalangan negara-negara anggota PBB.
Juru Bicara Presiden SMU PBB, La Neice Collins, menyampaikan bahwa Sekretariat PBB telah menerima tiga nama yang akan bersaing memperebutkan kursi kepemimpinan tersebut.
Perebutan Kursi Kepemimpinan dari Kawasan Asia-Pasifik Dalam mekanisme internal PBB, pemilihan Presiden Majelis Umum mengikuti sistem rotasi wilayah. Untuk periode mendatang, giliran kepemimpinan jatuh kepada negara-negara yang tergabung dalam Grup Asia-Pasifik.
Tiga diplomat yang telah resmi dinominasikan adalah:
Riyad Mansour dari Negara Palestina
Md. Touhid Hossain dari Bangladesh
Andreas S. Kakouris dari Siprus
Persaingan ini diperkirakan akan berlangsung ketat mengingat masing-masing kandidat membawa dukungan politik dan kepentingan regional yang berbeda.
Munculnya nama Riyad Mansour menjadi perhatian khusus. Sebagai diplomat senior yang telah lama mewakili Palestina di PBB, pencalonannya dipandang sebagai langkah strategis sekaligus simbolis dalam memperjuangkan hak-hak rakyat Palestina di forum internasional.
Palestina Tunjukkan Keseriusan Lewat Dokumen Visi dan Misi Di antara para kandidat yang masuk bursa, Riyad Mansour tercatat sebagai sosok yang paling awal menunjukkan keseriusan.
Collins mengungkapkan bahwa Mansour menjadi kandidat pertama yang telah menyerahkan dokumen pernyataan visi dan misi jabatan secara resmi kepada Sekretariat PBB.
Dalam dokumen tersebut, Mansour memaparkan prioritas utama, target kepemimpinan, serta isu-isu global yang ingin ia dorong apabila terpilih nanti. Meski isi lengkap visinya belum diumumkan secara terbuka, langkah cepat ini mencerminkan kesiapan Palestina untuk mengambil peran lebih besar dalam kepemimpinan internasional.
Jika nantinya terpilih, Mansour akan mengemban tugas berat dalam memimpin jalannya sidang, mengoordinasikan perdebatan antarnegara anggota, serta mengarahkan diskusi mengenai berbagai isu penting dunia seperti perdamaian, keamanan internasional, dan pembangunan berkelanjutan.
Pemilihan Dijadwalkan Juni 2026 Proses pemilihan Presiden Sidang Majelis Umum PBB ke-81 akan berlangsung melalui pemungutan suara resmi.
Sekretariat PBB telah menetapkan bahwa pemilihan tersebut akan digelar pada:
2 Juni 2026 di Aula Majelis Umum PBB, New York.
Dukungan politik dari negara-negara anggota diperkirakan menjadi faktor penentu, terutama dari blok Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) serta Gerakan Non-Blok yang selama ini kerap mendukung perjuangan Palestina di forum internasional.
Publik dunia kini menanti apakah sejarah baru akan tercipta, dengan terpilihnya seorang diplomat Palestina sebagai pemimpin salah satu organ paling penting dalam struktur PBB.
Red.











