Home / Olahraga / Tottenham Terpuruk di Liga Inggris, Thomas Frank Resmi Didepak dari Kursi Pelatih

Tottenham Terpuruk di Liga Inggris, Thomas Frank Resmi Didepak dari Kursi Pelatih

Foto. Ist

majalahsuaraforum.com – Tottenham Hotspur akhirnya mengambil keputusan besar di tengah musim kompetisi Liga Primer Inggris 2025/2026. Setelah rentetan hasil buruk yang terus berlanjut, klub asal London Utara itu resmi memecat pelatih kepala mereka, Thomas Frank.

Keputusan ini menjadi akhir dari spekulasi panjang yang sebelumnya ramai dibicarakan, terutama setelah kekalahan terbaru Spurs dari Newcastle United. Padahal, Frank sempat menyatakan dengan penuh keyakinan bahwa dirinya tidak akan diberhentikan.

Namun kenyataan berkata lain. Tottenham kini berada dalam kondisi genting karena terperosok mendekati papan bawah klasemen, hanya berjarak lima poin dari zona degradasi.

Delapan Laga Tanpa Kemenangan Jadi Pemicu Pemecatan Thomas Frank tidak lepas dari performa buruk Tottenham dalam beberapa pekan terakhir. Klub mencatat delapan pertandingan beruntun tanpa meraih kemenangan di Liga Primer Inggris.

Kekalahan 2-1 di kandang sendiri pada Selasa lalu menjadi pemicu terakhir yang membuat tekanan memuncak. Para pendukung menunjukkan reaksi keras karena hasil tersebut memperpanjang tren negatif tim.

Menurut catatan Mureks, kekalahan itu merupakan kekalahan ke-11 Tottenham dalam 26 pertandingan liga musim ini, sebuah angka yang dianggap terlalu buruk bagi klub sebesar Spurs.

Pernyataan Resmi Klub: Perubahan Dianggap Mendesak Tottenham kemudian mengeluarkan pernyataan resmi mengenai keputusan tersebut.

“Klub telah mengambil keputusan untuk melakukan perubahan pada posisi pelatih kepala tim pria, dan Thomas Frank akan meninggalkan klub hari ini,” bunyi pernyataan resmi klub.

“Hasil dan performa telah membuat Dewan Direksi menyimpulkan bahwa perubahan pada tahap ini dalam musim ini diperlukan. Selama masa jabatannya di klub, Thomas telah menunjukkan komitmen yang tak tergoyahkan… Kami ingin mengucapkan terima kasih atas kontribusinya dan mendoakan kesuksesan baginya di masa depan.”

Pernyataan itu menegaskan bahwa manajemen menilai pergantian pelatih menjadi langkah yang tidak bisa ditunda demi menyelamatkan musim Tottenham.

Frank Sempat Percaya Diri Tidak Akan Dipecat Menariknya, sebelum keputusan resmi keluar, Thomas Frank sempat menepis rumor pemecatan yang beredar luas pasca-kekalahan dari Newcastle.

Ia bahkan menyatakan keyakinannya untuk tetap memimpin skuad Spurs.

“Ya, saya yakin akan tetap memimpin,” ujarnya.

Ia menambahkan, “Seberapa yakin saya bahwa saya adalah orang yang tepat untuk pekerjaan ini? 1.000% yakin.”

Frank juga mengakui bahwa pemecatan adalah hal yang lumrah dalam sepak bola modern, tetapi ia merasa langkah tersebut tidak selalu tepat.

“Saya mengerti mekanisme dalam sepak bola untuk memecat manajer tidak diragukan lagi  tetapi ada banyak studi yang [menunjukkan] itu bukan hal yang benar untuk dilakukan. Saya tahu itu satu-satunya langkah yang bisa mereka [dewan direksi] ambil, tetapi ada juga banyak situasi di mana itu bukan hal yang benar untuk dilakukan,” jelasnya.

Masa Jabatan Singkat: Baru 8 Bulan Bertahan Thomas Frank sebenarnya baru bergabung dengan Tottenham pada Juni 2025. Ia datang untuk menggantikan Ange Postecoglou.

Postecoglou sebelumnya sempat membawa Spurs finis di posisi keempat fase grup Liga Champions, bahkan meninggalkan klub setelah memenangkan Liga Europa. Namun musim terakhirnya di Liga Primer menjadi salah satu yang terburuk dalam sejarah Tottenham, dengan finis di peringkat ke-17 dan hanya mengoleksi 38 poin.

Sayangnya, harapan besar yang disematkan kepada Frank tidak terwujud.

Sepanjang tahun 2026, Tottenham bahkan belum sekalipun meraih kemenangan di Liga Primer Inggris di bawah kepemimpinannya.

Statistik Buruk: Rasio Terendah dalam Sejarah Manajer Spurs Catatan statistik Frank juga memperkuat alasan pemecatannya.

Mureks merangkum bahwa Frank meninggalkan Tottenham dengan rata-rata hanya 1,12 poin per pertandingan di Liga Primer (29 poin dari 26 pertandingan).

Data Opta menyebutkan bahwa rasio tersebut menjadi yang terendah di antara seluruh manajer Tottenham yang pernah menangani minimal lima pertandingan di kompetisi tersebut.

Tottenham Siapkan Rencana Darurat Cari Pengganti Dengan kepergian Frank, Tottenham kini tengah menyusun “rencana darurat” untuk segera menunjuk pelatih baru.

Klub memiliki waktu hingga 22 Februari untuk menentukan langkah selanjutnya, sebelum kembali bermain di Liga Primer dalam laga besar Derby London Utara melawan Arsenal yang saat ini memuncaki klasemen.

Pertandingan tersebut dipastikan menjadi ujian berat, terutama jika Spurs belum menemukan sosok pengganti yang tepat.

Jay.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh