Foto. Ist
majalahsuaraforum.com – Pembebasan 24 warga Palestina dari tahanan Israel kembali menyoroti dugaan perlakuan tidak manusiawi yang mereka alami selama masa penahanan di tengah konflik berkepanjangan di Jalur Gaza.
Sebanyak 24 warga Palestina, termasuk satu perempuan, dibebaskan pada Minggu (19/4/2026) setelah sebelumnya ditahan dari berbagai wilayah di Gaza sejak operasi militer yang dimulai pada 7 Oktober 2023.
Proses Pembebasan dan Penanganan Medis Menurut laporan jurnalis Gaza, para tahanan tiba di Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa dengan pengawalan dari Komite Internasional Palang Merah setelah dibebaskan melalui perlintasan Kerem Shalom Crossing di wilayah timur Rafah.
Setibanya di rumah sakit, para mantan tahanan langsung mendapatkan perawatan medis karena kondisi fisik mereka dilaporkan menurun.
“Sumber jurnalistik mengindikasikan para tahanan langsung dipindahkan ke rumah sakit karena kondisi kesehatan mereka yang memburuk, akibat ditahan dalam kondisi yang keras dan tidak layak,” kata Rabah.
Dugaan Penyiksaan Selama Penahanan Laporan yang beredar menyebutkan para tahanan diduga mengalami pemukulan, penyiksaan, dan penghinaan sepanjang masa penahanan.
Temuan ini memperkuat sorotan dari berbagai organisasi hak asasi manusia yang selama ini mempertanyakan perlakuan terhadap warga Palestina yang ditahan di penjara Israel.
“Dugaan pelanggaran ini berpotensi melanggar hukum humaniter internasional, termasuk Konvensi Jenewa yang mengatur perlindungan terhadap warga sipil dalam konflik bersenjata,” ujar Rabah.
Ribuan Warga Palestina Masih Ditahan Di tengah pembebasan ini, ribuan warga Palestina lainnya masih berada dalam tahanan dan nasib banyak di antaranya belum diketahui secara jelas.
Berdasarkan data dari Palestinian Prisoners’ Club, Addameer Prisoner Support and Human Rights Association, serta Komisi Urusan Tahanan dan Mantan Tahanan Palestina, jumlah warga Palestina yang masih ditahan telah melampaui 9.600 orang hingga awal April 2026.
Jumlah tersebut mencakup 86 perempuan dan sekitar 350 anak-anak.
Sorotan dan Tekanan Internasional Kasus ini diperkirakan akan kembali memicu tekanan internasional terhadap Israel, khususnya terkait transparansi proses penahanan dan perlakuan terhadap tahanan sipil.
Sejumlah pihak mendesak dilakukannya investigasi independen untuk mengungkap dugaan pelanggaran yang terjadi selama masa konflik.
Pembebasan 24 tahanan ini bukan hanya menjadi kabar kemanusiaan, tetapi juga memperlihatkan bahwa konflik di Jalur Gaza masih menyisakan luka mendalam serta pertanyaan besar mengenai keadilan dan perlindungan hak asasi manusia.
Red.











