majalahsuaraforum.com – Hujan deras yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya pada Kamis sore menyebabkan banjir di banyak lokasi, terutama di kawasan Jakarta Selatan. Tingginya genangan air hingga satu meter membuat lalu lintas terganggu dan transportasi publik harus menyesuaikan operasionalnya. Transjakarta dan Jaklingko pun melakukan perubahan rute sementara untuk menjaga keselamatan penumpang.
PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) mengumumkan sejumlah rute yang terdampak banjir dan sementara tidak dapat dilayani sesuai jalur normal.
“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Pelanggan diminta terus memperbarui informasi rute melalui aplikasi resmi Transjakarta,” ujar Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, Kamis malam.
Berikut daftar layanan yang mengalami penyesuaian rute sementara:
1. Rute 5N (Ragunan-Kampung Melayu): Tidak melayani Bus Stop Gang Haji Abdul Wahab dan Pasar Buncit.
2. Mikrotrans Jak 03 (Lebak Bulus-Andara): Tidak melayani Margasatwa 2, Timah Margasatwa, DDN, dan SDN Pondok Labu 11.
3. Mikrotrans Jak 31 (Blok M-Andara): Tidak melayani Margasatwa 1, Timah Jl. Margasatwa, dan SBR Akper Fatmawati Pondok Labu.
4. Mikrotrans Jak 37 (Cililitan-Condet via Kayu Manis): Tidak melayani Simpang Haji Ali, SDN Tengah 05, Gang Masjid Al Istiko, dan sekitarnya.
5. Mikrotrans Jak 75 (Cililitan-Kampung Pulo): Tidak melayani RPTRA Kampung Pulo dan Jalan H Sidan.
6. Mikrotrans Jak 93 (Jeruk Purut-Kebayoran Lama): Tidak melayani Pasar Inpres dan SD Gandaria.
Ayu menegaskan bahwa perubahan rute ini bersifat sementara dan akan dicabut setelah kondisi banjir membaik. Tim Transjakarta, Dinas Perhubungan DKI, dan BPBD Jakarta terus memantau situasi di lapangan. “Begitu kondisi memungkinkan, layanan akan langsung diaktifkan kembali secara bertahap,” jelasnya.
Laporan dari BPBD DKI Jakarta menunjukkan lebih dari 20 lokasi di Jakarta Selatan terdampak banjir, termasuk Kemang Raya, Fatmawati, Pancoran, Jalan Raya Pasar Minggu, dan Antasari. Genangan air setinggi 60–100 sentimeter menyulitkan kendaraan melintas dan memaksa arus lalu lintas dialihkan.
Kondisi ini memperparah kemacetan, khususnya di jam pulang kerja, dan menimbulkan kendala bagi masyarakat yang bergantung pada transportasi umum. Pengguna Transjakarta dianjurkan untuk selalu memeriksa pembaruan rute melalui aplikasi resmi, media sosial, atau menghubungi layanan pelanggan sebelum berangkat.
BMKG juga mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang di wilayah Jabodetabek dalam beberapa hari ke depan. Masyarakat diminta untuk tetap waspada terhadap kemungkinan genangan susulan, terutama di daerah dengan drainase kurang baik.
Transjakarta menegaskan komitmennya untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan penumpang. Petugas lapangan disiagakan di halte-halte tergenang untuk membantu penumpang serta mengarahkan jalur alternatif. Dengan koordinasi antara Transjakarta, Dinas Perhubungan, dan BPBD, diharapkan layanan transportasi publik di Jakarta dapat segera pulih dan aktivitas warga kembali normal.
Dw.











