majalahsuaraforum.com – Sebanyak 86 siswa MTsN 1 Kota Pariaman, Sumatera Barat, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG), Senin (14/9/2026) siang.
Peristiwa tersebut sempat menimbulkan kepanikan di lingkungan sekolah. Sejumlah siswa mengeluhkan kondisi kesehatan setelah menyantap makanan yang dibagikan melalui program MBG.
Keluhan yang muncul di antaranya berupa mual, pusing, gatal-gatal, hingga muntah. Pihak sekolah menyebut gejala tersebut mulai dirasakan hanya sekitar lima menit setelah siswa menyantap makanan.
Siswa yang mengalami keluhan kemudian memperoleh pertolongan awal dari pihak sekolah. Untuk mempercepat penanganan, sejumlah ambulans dikerahkan guna membawa siswa ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan serta mendapatkan perawatan medis.
Sebagai langkah antisipasi, pihak sekolah juga mengambil keputusan untuk memulangkan seluruh siswa.
Kepala MTsN 1 Kota Pariaman, Tarmizi, mengatakan jumlah siswa yang mengalami keluhan kesehatan mengalami perubahan berdasarkan pendataan yang dilakukan pihak sekolah.
Pada pendataan awal, terdapat sekitar 83 siswa yang mengalami keluhan. Setelah dilakukan pendataan kembali, jumlah tersebut bertambah menjadi 86 siswa.
“Sejumlah siswa mengeluhkan berbagai gejala kesehatan, seperti mual, pusing, gatal-gatal, hingga muntah,” ungkap Kepala Sekolah, Tarmizi.
Siswa Dibawa ke Rumah Sakit Salah satu siswa yang mengalami keluhan adalah Rizki Maulana. Ia mengaku mengalami muntah setelah menyantap menu ayam crispy yang diberikan melalui program MBG.
Rizki mengatakan dirinya sempat muntah sebanyak satu kali. Setelah mengalami kondisi tersebut, ia kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan dari tenaga medis.
Sementara itu, hingga saat ini belum diketahui secara pasti penyebab munculnya berbagai keluhan kesehatan yang dialami puluhan siswa tersebut.
Dugaan bahwa kondisi tersebut berkaitan dengan makanan MBG masih memerlukan pembuktian melalui pemeriksaan lebih lanjut. Pihak terkait perlu melakukan pemeriksaan terhadap makanan yang dikonsumsi siswa serta kondisi kesehatan para peserta didik.
Pemeriksaan tersebut diperlukan untuk memastikan penyebab munculnya keluhan kesehatan dan mengetahui apakah makanan dalam program MBG memiliki kaitan dengan kejadian yang dialami para siswa MTsN 1 Kota Pariaman.
Pihak sekolah dan instansi terkait diharapkan dapat segera melakukan langkah pemeriksaan dan penelusuran secara menyeluruh agar penyebab kejadian tersebut dapat diketahui dengan jelas.
Dw.











