Home / Kabar Berita / Konflik Iran-AS Kian Memanas, Serangan ke Infrastruktur Air Berdampak pada Ribuan Warga

Konflik Iran-AS Kian Memanas, Serangan ke Infrastruktur Air Berdampak pada Ribuan Warga

Foto. Ist

majalahsuaraforum.com – Eskalasi konflik antara Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali meningkat setelah serangan udara terbaru yang dilancarkan Washington menghantam sejumlah infrastruktur penting di Iran. Serangan tersebut dilaporkan mengganggu pasokan air bersih bagi sekitar 10.000 warga yang tinggal di 20 desa di wilayah selatan Iran.

Berdasarkan laporan Al Jazeera, Perusahaan Air Nasional Iran menyatakan bahwa serangan udara yang terjadi pada Jumat malam mengakibatkan kerusakan pada fasilitas kelistrikan dan pompa desalinasi air. Akibatnya, distribusi air bersih kepada masyarakat di wilayah terdampak mengalami gangguan.

Media Iran menyebut beberapa rudal menghantam instalasi listrik dan fasilitas desalinasi di Kota Jask, Provinsi Hormozgan, pada Sabtu (18/7/2026). Kerusakan tersebut berdampak langsung terhadap ribuan warga yang bergantung pada fasilitas tersebut untuk memperoleh air bersih.

Kantor berita Tasnim melaporkan sekitar 10.000 penduduk dari 20 desa terdampak akibat kerusakan fasilitas tersebut. Serangan ini berlangsung setelah Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan telah menyelesaikan operasi militer selama tujuh hari berturut-turut yang menyasar berbagai fasilitas strategis Iran.

Dalam operasi tersebut, sasaran yang disebutkan meliputi lokasi pengawasan militer, pusat logistik, gudang persenjataan bawah tanah, hingga fasilitas yang berkaitan dengan kemampuan maritim Iran.

Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Aset-AS di Timur Tengah Sebagai respons atas operasi militer Amerika Serikat, militer Iran mengumumkan telah melancarkan serangan terhadap sejumlah aset milik AS yang berada di Bahrain, Kuwait, dan Yordania.

Mengutip Reuters, pemerintah Kuwait mengonfirmasi bahwa dua fasilitas pembangkit listrik sekaligus penyedia air, termasuk instalasi desalinasi, turut terkena dampak serangan tersebut. Peristiwa ini menjadi serangan kedua terhadap fasilitas penyedia air di Kuwait dalam kurun waktu dua hari.

Ancaman rudal dan pesawat nirawak juga memaksa Bandara Internasional Kuwait menghentikan sementara operasionalnya demi alasan keamanan.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah menyerang pusat dukungan militer Amerika Serikat di Camp Arifjan serta menghancurkan fasilitas radar di Pangkalan Udara Ali Al Salem yang berada di Kuwait.

Selain itu, media pemerintah Iran melaporkan bahwa IRGC juga menyerang lokasi yang digunakan sebagai tempat berkumpul pesawat tempur Amerika Serikat di Pangkalan Udara Sheikh Isa, Bahrain, serta sebuah pusat data intelijen.

Iran turut mengklaim berhasil menghancurkan sedikitnya dua pesawat tempur Amerika Serikat dan merusak tiga pesawat lainnya melalui serangan rudal serta drone yang diarahkan ke pangkalan militer AS di Al Azraq, Yordania. Namun hingga kini, Reuters menyatakan belum dapat memverifikasi klaim tersebut secara independen.

Fasilitas Minyak Kuwait Ikut Menjadi Sasaran Selain menyerang infrastruktur air dan kelistrikan, serangan Iran juga dilaporkan mengenai salah satu fasilitas minyak milik Kuwait.

Kuwait Petroleum Corporation (KPC) menyebut fasilitas vital di sektor energi mengalami “serangan brutal berulang kali” yang mengakibatkan kerusakan material serta menimbulkan korban luka.

“Para korban luka telah mendapatkan bantuan medis dan lokasi tersebut telah dievakuasi. Penanganan terhadap serangan dilakukan melalui koordinasi dengan otoritas negara terkait,” kata KPC dalam pernyataannya yang dikutip kantor berita nasional Kuwait (Kuna).

Pasukan Pemadam Kebakaran Kuwait (Kuwait Fire Force) juga melaporkan sejumlah personelnya bersama seorang pekerja mengalami luka saat menangani kebakaran yang terjadi di dua lokasi berbeda akibat serangan tersebut.

“Insiden pertama terjadi saat proses pemadaman kebakaran berlangsung. Sejumlah petugas pemadam kebakaran dan salah satu pekerja mengalami luka-luka. Lokasi tersebut kemudian dievakuasi dan mereka dibawa untuk mendapatkan bantuan medis,” ujar Kuwait Fire Force dilansir dari Al-Jazeera. 

PBB Soroti Dampak Konflik terhadap Infrastruktur Sipil Meningkatnya intensitas konflik antara Iran dan Amerika Serikat turut menjadi perhatian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Sekretaris Jenderal PBB António Guterres menyampaikan keprihatinannya terhadap eskalasi yang semakin meluas, terutama karena mulai berdampak pada fasilitas sipil di Iran maupun kawasan sekitarnya.

Sementara itu, media Iran melaporkan serangan Amerika Serikat di Provinsi Hormozgan, wilayah yang berada di sekitar Selat Hormuz, menyebabkan sedikitnya tiga orang meninggal dunia dan delapan lainnya mengalami luka-luka. Selain korban jiwa, dua jembatan dan sebuah terowongan jalan dilaporkan mengalami kerusakan.

Konflik kembali memanas setelah gencatan senjata yang sebelumnya dimediasi oleh pihak internasional dinyatakan berakhir. Sejak saat itu, kedua negara terus saling melancarkan serangan yang tidak hanya menyasar sasaran militer, tetapi juga mulai berdampak pada infrastruktur sipil di kawasan Teluk, sehingga meningkatkan kekhawatiran akan meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah.

Red.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh