Foto. Ist
majalahsuaraforum.com – Partai Demokrat membantah keras berbagai spekulasi yang mengaitkan Ketua Umumnya, Agus Harimurti Yudhoyono, dengan daftar nama yang beredar dalam isu dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lingkungan Badan Gizi Nasional. Klarifikasi tersebut disampaikan menyusul munculnya unggahan di media sosial yang memuat frasa “2 Orang Kolonel usulan AHY”.
Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, menegaskan bahwa AHY tidak memiliki hubungan dengan mantan Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, yang belakangan menjadi sorotan dalam perkara tersebut.
Menurut Herzaky, AHY tidak pernah berinteraksi maupun menjalin komunikasi dengan Sony Sonjaya dalam bentuk apa pun.
“AHY tidak mengenal, tidak pernah bertemu, maupun tidak pernah berkomunikasi dengan Sony Sonjaya. Selain itu, AHY juga disebut tidak pernah mengusulkan, merekomendasikan, meminta bantuan, ataupun meminta dukungan kepada Sony Sonjaya terkait program satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) maupun urusan lainnya,” ujar Herzaky dalam keterangan resmi.
Soroti Frasa yang Beredar di Media Sosial Partai Demokrat juga mempertanyakan munculnya kalimat “2 Orang Kolonel usulan AHY” yang beredar di media sosial. Menurut Herzaky, unggahan tersebut tidak menjelaskan siapa yang dimaksud dengan AHY maupun identitas dua kolonel yang disebutkan.
Karena tidak disertai penjelasan yang jelas dan dapat diverifikasi, Demokrat menilai pengaitan nama AHY dalam unggahan tersebut tidak memiliki dasar fakta yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Namun, apabila yang dimaksud adalah Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono, maka Partai Demokrat menegaskan bahwa pengaitan tersebut tidak memiliki dasar fakta apapun,” kata Herzaky.
Ia menambahkan bahwa jika frasa tersebut memang ditujukan kepada AHY, maka informasi tersebut merupakan tuduhan yang tidak benar.
“Karena itu, frasa ‘2 orang Kolonel usulan AHY’, jika yang dimaksud menyangkut Agus Harimurti Yudhoyono, maka hal tersebut dapat dipastikan sebagai fitnah dan sama sekali tidak mengandung kebenaran,” tegasnya.
Muncul Setelah Pengajuan Justice Collaborator Nama “Kolonel Utusan AHY” mulai menjadi perhatian publik setelah beredarnya daftar pihak yang disebut-sebut berkaitan dengan dugaan korupsi Program MBG. Daftar tersebut muncul setelah Sony Sonjaya mengajukan diri sebagai justice collaborator dalam proses penyelidikan perkara.
Kuasa hukum Sony, Krisna Murti, sebelumnya menyatakan bahwa kliennya telah memberikan sejumlah keterangan kepada penyelidik terkait dugaan penyimpangan dalam tata kelola program tersebut.
Daftar yang beredar disebut memuat sekitar 24 nama dari berbagai kalangan, termasuk pejabat pemerintahan, anggota legislatif, hingga aparat penegak hukum. Namun hingga saat ini belum ada penjelasan resmi dari aparat penegak hukum mengenai status, peran, maupun keterkaitan nama-nama tersebut dalam perkara yang sedang ditangani.
Demokrat Dukung Penegakan Hukum dan Jurnalisme Berimbang Partai Demokrat menegaskan tetap menghormati proses hukum yang sedang berlangsung dan mendukung upaya penegakan hukum yang dilakukan secara profesional, objektif, serta berdasarkan alat bukti yang sah.
Selain itu, partai juga menyatakan dukungannya terhadap kebebasan pers dan kerja jurnalistik yang independen. Namun, Demokrat mengingatkan pentingnya verifikasi informasi sebelum dipublikasikan kepada masyarakat.
“Partai berharap setiap informasi yang menyebut individu maupun institusi disampaikan secara akurat, berimbang, dan berdasarkan fakta yang telah terverifikasi,” pungkas Herzaky.
Sampai saat ini, belum terdapat keterangan resmi dari lembaga penegak hukum yang menyatakan adanya keterlibatan AHY dalam perkara dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis. Oleh karena itu, berbagai informasi yang beredar masih berada pada ranah klaim dan memerlukan pembuktian melalui proses hukum yang berlaku.
Dw.











