majalahsuaraforum.com — Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Sultan B Najamudin, menyerukan pentingnya menjaga perdamaian dan menahan diri di tengah meningkatnya ketegangan konflik global yang berpotensi mengganggu stabilitas berbagai kawasan, khususnya di negara-negara dengan mayoritas penduduk Muslim.
Menurutnya, situasi konflik yang berkembang saat ini tidak hanya berdampak pada aspek geopolitik, tetapi juga memengaruhi kondisi psikologis dan spiritual umat Islam, terutama karena terjadi berdekatan dengan momentum ibadah Ramadan dan menjelang Idulfitri 1447 Hijriah.
Sultan menegaskan bahwa momen menjelang Idulfitri seharusnya dimanfaatkan sebagai waktu untuk kembali pada nilai-nilai dasar kemanusiaan seperti perdamaian, persatuan, dan saling menghormati. Ia mengajak semua pihak yang terlibat konflik untuk mengedepankan dialog sebagai jalan penyelesaian.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Indonesia, sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, memiliki tanggung jawab moral untuk turut mendorong terciptanya stabilitas global. Ia juga menyampaikan keprihatinan masyarakat Indonesia terhadap konflik yang sedang berlangsung dan berharap agar pihak-pihak yang bertikai segera menghentikan permusuhan.
Selain itu, Sultan juga menyoroti bahwa konflik yang terjadi memiliki karakter asimetris, tidak hanya di medan militer tetapi juga dalam penyebaran informasi di ruang publik. Ia mengingatkan bahwa arus informasi yang tidak terverifikasi dapat memperburuk situasi dan memicu perpecahan.
Dalam konteks era digital dan perkembangan kecerdasan buatan, masyarakat diminta untuk lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi. Ia menekankan pentingnya menjaga kejernihan berpikir agar tidak mudah terpengaruh oleh hoaks maupun narasi yang menyesatkan.
Sultan turut mengapresiasi sejumlah negara yang memilih menahan diri dan tidak memperluas konflik. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk kedewasaan dalam menjaga stabilitas internasional dan menjadi bagian penting dalam upaya deeskalasi.
Di akhir pernyataannya, ia mengajak masyarakat Indonesia serta umat Muslim di seluruh dunia untuk tetap fokus menjalankan ibadah dan menyambut Idulfitri dengan suasana damai serta semangat persaudaraan.
“Jadikan Idulfitri sebagai momentum untuk mempererat persatuan, bukan memperbesar perbedaan,” tutupnya.
Dw.











