majalahsuaraforum.com — Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan, Kamis (19/3/2026), untuk membahas langkah-langkah efisiensi anggaran pemerintah menjelang Idulfitri 1447 Hijriah.
Dalam rapat tersebut, hadir beberapa pejabat penting, di antaranya Rosan Roeslani selaku Menteri Investasi dan Hilirisasi/CEO Danantara, Airlangga Hartarto sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, serta Purbaya Yudhi Sadewa.
Rosan menjadi salah satu pejabat yang lebih awal tiba di lokasi sekitar pukul 15.30 WIB. Namun, ia belum memberikan keterangan rinci mengenai agenda pembahasan dan menyatakan akan menyampaikannya setelah rapat selesai.
Tidak lama berselang, Airlangga dan Purbaya juga hadir. Airlangga menjelaskan bahwa pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi terbatas (rakortas) yang sebelumnya membahas efisiensi anggaran pemerintah.
Ia mengungkapkan bahwa pemerintah sedang mengevaluasi berbagai opsi penghematan, termasuk kemungkinan pemangkasan gaji pejabat serta penerapan kebijakan work from home (WFH). Meski demikian, keputusan final masih dalam tahap pembahasan dengan mempertimbangkan dampaknya terhadap kinerja pemerintahan.
Sementara itu, Purbaya menyampaikan bahwa pemerintah tengah memfinalisasi pos-pos belanja yang akan mengalami efisiensi. Fokus penghematan akan diarahkan pada program yang dinilai kurang memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi.
“Program atau kegiatan yang tidak jelas manfaatnya, atau yang dampaknya kecil dan lambat terhadap ekonomi, bisa ditunda,” ujarnya.
Langkah efisiensi ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2026 tetap berada di bawah batas 3%.
Selain itu, kebijakan tersebut juga merupakan respons terhadap dinamika global, termasuk meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi nasional.
Pemerintah berharap, melalui kebijakan efisiensi yang tepat sasaran, kondisi fiskal tetap terjaga tanpa mengganggu program-program prioritas yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Lan.











