majalahsuaraforum.com-Badan pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa, UNHCR, mengungkapkan bahwa konflik yang terus memanas di kawasan Timur Tengah mulai berdampak serius terhadap distribusi bantuan kemanusiaan global. Lonjakan biaya pengiriman disebut menghambat penyaluran bantuan ke berbagai wilayah krisis.
Dalam keterangannya, UNHCR menjelaskan bahwa kenaikan tarif logistik membuat anggaran operasional organisasi semakin terbebani. Kondisi tersebut menyebabkan dana yang tersedia untuk penyaluran bantuan di lapangan menjadi lebih terbatas dibanding sebelumnya.
Selain persoalan biaya, gangguan distribusi juga dipicu keterlambatan pengiriman serta kepadatan di sejumlah pelabuhan internasional. Situasi ini dinilai memperumit proses pengiriman bantuan ke negara-negara yang tengah menghadapi krisis kemanusiaan.
Juru bicara UNHCR, Carlotta Wolf, mengatakan konflik di Timur Tengah telah menciptakan efek berantai terhadap rantai pasok global, termasuk jalur distribusi bantuan kemanusiaan internasional.
“Krisis Timur Tengah menimbulkan dampak luas di luar kawasan, dengan konsekuensi yang semakin besar terhadap rantai pasok kemanusiaan global dan distribusi bantuan,” ujarnya dalam konferensi pers di Jenewa.
Ia menjelaskan bahwa beberapa jalur pengiriman mengalami lonjakan biaya yang sangat signifikan. Salah satu contohnya terjadi pada distribusi bantuan dari Dubai menuju Sudan dan Chad yang mengalami kenaikan biaya lebih dari dua kali lipat.
“Untuk beberapa pengiriman, biayanya meningkat drastis. Misalnya, pengiriman dari stok global UNHCR di Dubai ke Sudan dan Chad naik dari sekitar 927 ribu dolar AS menjadi 1,87 juta dolar AS,” jelasnya.
Lonjakan biaya logistik tersebut menjadi tantangan tambahan bagi organisasi kemanusiaan internasional dalam memastikan bantuan tetap dapat menjangkau masyarakat terdampak konflik dan bencana. Di tengah meningkatnya tekanan ekonomi global, UNHCR menilai stabilitas jalur distribusi internasional menjadi faktor penting agar bantuan kemanusiaan tidak terganggu lebih jauh.(red)











