majalahsuaraforum.com-Lembaga Pemasyarakatan Terbuka Nusakambanga kembali tunjukan produktifitas panen kangkung segar sebanyak 50 Kilogram langsung didistribusikan ke pihak Bama, Jumat(23/10).
Panen kali ini merupakan yang kedua kalinya sejak lahan rawa dibuat menjadi lahan produktif. Di balik jeruji, kehidupan tetap tumbuh subur. Lahan rawa – rawa karang weling disulap menjadi lahan produktif lahan budidaya kangkung. Lapas Terbuka Kelas II B Nusakambangan kembali membuktikan komitmennya dalam mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional.
Melalui pemanfaatan lahan produktif, jajaran Lapas Terbuka bersama warga binaan dan peserta magang melaksanakan panen kangkung di area kebun produktif Lapas Terbuka.
Kegiatan ini bukan sekadar panen. Ini adalah bagian dari siklus pertanian berkelanjutan yang memuat integrated farming dimana pupuk disediakan langsung dari kohe ayam dan bebek diolah ditempat. Mulai dari penyiapan lahan, pembibitan, penanaman, perawatan, hingga panen yang dikelola secara periodik dan berkesinambungan.
Kasubsi keamanan Lapas Terbuka Nusakambangan menyampaikan “Dengan adanya giat panen ini, serta periodisasi penanaman dan pengelolaan berbagai tanaman sayuran maupun buah-buahan secara berkelanjutan, kami berharap kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi warga binaan. Selain itu, semoga menjadi inspirasi bagi lapas lainnya dalam memaksimalkan area yang terbatas untuk tetap produktif dan berdaya guna. Terimakasih kepada Kalapas dan Kasi Binadik Giatja atas ilmu ini, kami implementasikan demi mendukung ketahanan pangan menjadikan Pemasyarakatan lebih produktif, “ungkap Anjar Wahyu.
Hasil panen kangkung ini dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan bahan makanan warga binaan melalui Bama sekaligus menjadi sarana edukasi dan pembinaan keterampilan bertani. Bagi peserta magang, kegiatan ini memberikan pengalaman praktik lapangan yang berharga. Kegiatan ini Kami lakukan untuk mendukung Program Akselerasi Menteri Imipas, Agus Andrianto.
Dengan langkah konkret ini, Lapas Terbuka Nusakambangan Ditjenpas Jateng menunjukkan bahwa pembinaan di dalam Lapas dapat berjalan selaras dengan ketahanan pangan, kemandirian, dan pemberdayaan warga binaan untuk bekal kembali ke masyarakat.(hil)











