majalahsuaraforum.com-Lapas Terbuka Kelas IIB Nusakambangan terus mengembangkan program pembinaan kemandirian melalui sektor pertanian produktif. Kali ini, sebanyak 100 kilogram labu kabocha dipasarkan ke sejumlah toko sayur di wilayah Cilacap, salah satunya Warung Sayur Artomoro di Limbangan. Pemasaran ini menjadi langkah untuk memperluas jangkauan distribusi hasil pertanian sekaligus menunjukkan potensi produktivitas program pembinaan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Rabu, (22/10).
Kegiatan budidaya labu kabocha merupakan bagian dari pembinaan kemandirian yang memberikan kesempatan kepada WBP untuk terlibat langsung dalam kegiatan pertanian. Melalui kegiatan ini, WBP diharapkan memperoleh pengalaman dan keterampilan yang bermanfaat sebagai bekal untuk menjalani kehidupan mandiri setelah kembali ke tengah masyarakat.
Kepala Subseksi Kegiatan Kerja, Wiwit Agus Daryono, menyampaikan bahwa pemasaran labu kabocha ke sejumlah toko sayur di Cilacap merupakan salah satu upaya mengoptimalkan hasil kegiatan pertanian yang dikelola di dalam lapas.
“Pemasaran sebanyak 100 kilogram labu kabocha ini menjadi salah satu bentuk pemanfaatan hasil pembinaan kemandirian di bidang pertanian. Kami berharap kegiatan ini terus berkembang sehingga hasil pertanian dapat menjangkau lebih banyak konsumen sekaligus memberikan pengalaman kerja nyata bagi Warga Binaan,” ujarnya.
Sementara itu, pihak Warung Sayur Artomoro di Limbangan, Cilacap, menyambut baik pemasaran labu kabocha hasil pertanian Lapas Terbuka Nusakambangan. Pemasaran ini menjadi salah satu bentuk pengenalan produk pertanian hasil pembinaan kepada masyarakat melalui jalur perdagangan lokal.
Kepala Lapas Terbuka Nusakambangan, Agung Nurbani, menegaskan bahwa program pembinaan kemandirian perlu terus dikembangkan agar memberikan manfaat nyata, baik bagi Warga Binaan maupun masyarakat.
“Lapas Terbuka tidak hanya berfokus pada pelaksanaan pembinaan, tetapi juga mendorong agar keterampilan yang diperoleh Warga Binaan dapat menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi dan diterima masyarakat. Kami berharap kegiatan pertanian seperti budidaya labu kabocha ini terus berkembang dan menjadi bagian dari kontribusi Lapas Terbuka Nusakambangan dalam mendukung ketahanan pangan,” ungkapnya.
Melalui pemasaran hasil pertanian ke pasar lokal, Lapas Terbuka Nusakambangan berupaya menghubungkan program pembinaan dengan kebutuhan masyarakat. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat keterampilan kerja WBP, meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian, serta mewujudkan pembinaan pemasyarakatan yang produktif dan bermanfaat bagi masyarakat.(hil)












