majalahsuaraforum.com – Puluhan hingga ratusan siswa dan guru SMP Negeri 2 Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mengalami gejala yang diduga akibat keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (21/10/2026) siang. Sejumlah korban harus mendapatkan penanganan medis di beberapa fasilitas kesehatan, termasuk Rumah Sakit Paru Dr. M. Goenawan Partowidigdo (RSPG) Cisarua.
Peristiwa tersebut memicu kepanikan setelah sejumlah siswa dan guru mulai mengalami keluhan kesehatan. Berdasarkan rekaman video amatir yang beredar, puluhan pasien terlihat berdatangan ke RSPG Cisarua untuk mendapatkan pertolongan dari petugas medis.
Para korban kemudian dibawa ke ruang instalasi gawat darurat (IGD) agar dapat segera menjalani pemeriksaan dan perawatan.
Hingga Rabu siang, tercatat sebanyak 101 siswa dan guru telah dibawa ke RSPG Cisarua dengan keluhan yang mengarah pada dugaan keracunan, terutama mual dan muntah.
Orang Tua Siswa Mengaku Terkejut
Salah satu orang tua siswa, Rahmat Sofyan (45), mengaku terkejut setelah mengetahui anaknya menjadi korban dalam kejadian tersebut. Ia mengatakan, anak dan keponakannya turut mengalami dampak dari peristiwa yang diduga berkaitan dengan konsumsi menu MBG itu.
“Kaget banget ya, biasanya hanya lihat di televisi. Ini saya mengalami. Saya belum bisa tengok anak, tetapi anak dan keponakan saya kena,” ungkapnya saat ditemui di RSPG.
Rahmat menjelaskan, anaknya mengalami sejumlah keluhan setelah mengonsumsi makanan yang dibagikan melalui program MBG. Gejala yang dirasakan meliputi mual, pusing, hingga muntah.
Ia juga mengaku belum mengetahui secara pasti kondisi kesehatan anaknya karena belum diperbolehkan masuk untuk menjenguk.
“Informasinya dari susu kemasan. Saya belum bisa tahu kondisi pasti anak saya, belum boleh masuk,” lanjutnya.
Dugaan mengenai susu kemasan tersebut masih berupa informasi yang diterima orang tua korban. Penyebab pasti kejadian ini belum dapat dipastikan berdasarkan informasi yang tersedia.
Polisi Mendata Jumlah Korban
Kapolsek Cisarua AKP Budi Suratman menyampaikan bahwa pihak kepolisian masih melakukan pendataan terhadap para siswa dan guru yang mengalami gejala tersebut.
Penanganan korban dilakukan di sejumlah fasilitas kesehatan. Selain di RSPG Cisarua, sebagian korban juga mendapatkan perawatan di Puskesmas Cisarua.
“Ini kita masih bantu untuk penanganan sementara, korban dibawa ke sejumlah rumah sakit,” ungkap Budi.
Pihak kepolisian turut membantu proses penanganan di lapangan seiring bertambahnya pasien yang membutuhkan pertolongan medis.
Sementara itu, jumlah keseluruhan korban masih dalam proses pendataan. Informasi mengenai penyebab pasti dugaan keracunan, termasuk kemungkinan keterkaitannya dengan salah satu komponen menu MBG, masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
Peristiwa ini kembali menjadi perhatian terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis, khususnya terkait keamanan makanan dan minuman yang diberikan kepada peserta didik.
Penanganan medis terhadap para korban menjadi prioritas, sementara kepastian mengenai sumber penyebab kejadian perlu menunggu hasil pemeriksaan dari pihak berwenang.
dw.












