majalahsuaraforum.com – Pelatih tim nasional Jepang, Hajime Moriyasu, dikabarkan tidak tertarik menerima tawaran untuk menangani tim nasional Malaysia. Pelatih berusia 58 tahun tersebut disebut lebih memprioritaskan peluang berkarier bersama klub di Eropa setelah masa tugasnya bersama Asosiasi Sepak Bola Jepang (JFA) berakhir.
Apabila kabar tersebut benar, rencana Malaysia untuk mendatangkan pelatih berpengalaman demi meningkatkan kualitas tim nasional menjelang kualifikasi Piala Dunia 2030 berpotensi menghadapi hambatan.
Di sisi lain, perwakilan Moriyasu telah membantah laporan yang menyebut Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) secara resmi menghubungi pelatih asal Jepang itu. Kontrak Moriyasu bersama JFA dijadwalkan berakhir pada 28 Februari 2027.
Mengutip laporan Nikkan Gendai, Moriyasu dikabarkan lebih berminat melanjutkan karier di kompetisi klub Eropa dibandingkan kembali menangani tim nasional. Ia juga disebut memiliki ambisi menjadi pelatih asal Jepang pertama yang memimpin klub di kasta tertinggi sepak bola Eropa.
Gaji Tinggi Menjadi Tantangan bagi Malaysia
Selain persoalan minat pribadi Moriyasu, besarnya tuntutan finansial juga berpotensi menjadi kendala bagi FAM. Gaji Moriyasu selama menangani tim nasional Jepang diperkirakan mencapai lebih dari 10 juta ringgit per tahun, atau sekitar Rp 44,1 miliar dengan asumsi nilai tukar Rp 4.410 per ringgit.
Angka tersebut dinilai jauh melampaui anggaran operasional federasi sepak bola Malaysia. Kondisi ini membuat peluang untuk merekrut Moriyasu tidak hanya bergantung pada kesediaan sang pelatih, tetapi juga kemampuan finansial FAM.
Moriyasu mulai menangani tim nasional Jepang pada 2018. Namanya semakin dikenal setelah berhasil membawa Jepang menaklukkan Jerman dan Spanyol, dua negara yang memiliki reputasi kuat di sepak bola Eropa, pada Piala Dunia 2022 di Qatar.
Prestasi tersebut memperkuat reputasinya sebagai pelatih yang mampu membawa Jepang bersaing dengan tim-tim papan atas dunia.
Pada Piala Dunia 2026, Moriyasu kembali mengantarkan Jepang melewati fase grup. Namun, perjalanan tim Samurai Biru berakhir setelah mereka dikalahkan Brasil pada babak 32 besar. Masa tugas Moriyasu bersama Jepang saat ini dijadwalkan berakhir setelah Piala Asia 2027.
Sepak Bola Malaysia Tengah Menghadapi Tekanan
Spekulasi mengenai masa depan Moriyasu muncul ketika sepak bola Malaysia sedang menghadapi sejumlah persoalan. Tim nasional Malaysia mengalami penurunan peringkat FIFA hingga berada di posisi ke-133.
Selain itu, Malaysia kehilangan kesempatan tampil di Piala Asia 2027 setelah menerima sanksi berat terkait penggunaan pemain naturalisasi yang tidak memenuhi persyaratan.
Situasi tersebut membuat FAM membutuhkan sosok pelatih permanen yang mampu membangun kembali kekuatan tim nasional sekaligus menciptakan stabilitas dalam jangka panjang.
Saat ini, posisi pelatih tim nasional Malaysia diisi oleh Tan Cheng Hoe sebagai pelatih sementara. Ia kembali memimpin tim pada Juni setelah Peter Cklamovski meninggalkan jabatannya untuk bergabung dengan Salford City, klub yang berkompetisi di Inggris.
FAM pun terus berupaya menemukan pelatih tetap untuk memperbaiki performa tim dan memulihkan daya saing sepak bola Malaysia setelah melewati periode yang penuh gejolak.
Meski nama Moriyasu dikaitkan dengan posisi tersebut, peluang perekrutannya masih belum mendapatkan kepastian. Belum ada konfirmasi resmi mengenai pendekatan FAM, sementara keinginan Moriyasu untuk berkarier di Eropa dan besarnya perkiraan gaji menjadi dua tantangan utama.
Dengan demikian, Malaysia masih perlu mencari kejelasan mengenai kemungkinan merekrut pelatih Jepang tersebut atau mempertimbangkan kandidat lain untuk memimpin tim nasional dalam menghadapi agenda internasional berikutnya.
jay.












