Home / Ekonomi / Kemarau Panjang Ganggu Pasokan, Harga Labu Siam dan Brokoli di Pasar Palmeriam Naik

Kemarau Panjang Ganggu Pasokan, Harga Labu Siam dan Brokoli di Pasar Palmeriam Naik

Foto. Ist

majalahsuaraforum.com – Kemarau panjang mulai berdampak pada harga sejumlah komoditas sayuran di Pasar Palmeriam, Matraman, Jakarta Timur. Gangguan pasokan dari tingkat petani membuat beberapa jenis sayuran mengalami kenaikan harga, terutama labu siam dan brokoli.

Berdasarkan pantauan di Pasar Palmeriam pada Kamis (17/9/2026), para pedagang menyebut harga sejumlah sayuran meningkat dalam beberapa waktu terakhir. Sementara itu, komoditas cabai dan bawang masih relatif tidak mengalami perubahan signifikan.

Pedagang sayuran bernama Amoy mengatakan kenaikan paling terasa terjadi pada komoditas sayuran, khususnya labu siam. Sayuran tersebut biasa digunakan masyarakat sebagai bahan berbagai hidangan, mulai dari sayur asem, tumisan hingga sup.

“Hari ini saya sayuran saja. Sayuran mahal. Kayak labu siam, bahan sayur asem, tumis, sop, mahal kalau menurut saya. Kalau yang lain biasa. Labu siam dari sana sudah belinya Rp 5.000 sampai Rp 6.000 per buah,” ujar Amoy saat ditemui di lapaknya, Kamis (17/9/2026).

Menurut Amoy, harga tersebut lebih tinggi dibandingkan kondisi normal. Biasanya, labu siam dapat diperoleh dengan harga sekitar Rp3.000 per buah.

Jagung Manis Ikut Mengalami Kenaikan Kenaikan harga juga terjadi pada komoditas jagung manis. Saat ini, pedagang menjual jagung manis sekitar Rp7.000 per buah, sedangkan harga normalnya berada di kisaran Rp5.000.

Amoy menduga kondisi tersebut berkaitan dengan musim kemarau yang menyebabkan ketersediaan air berkurang. Kondisi di tingkat petani tersebut kemudian berpengaruh terhadap pasokan dan harga sayuran di pasar.

” Mungkin musim kering, karena tidak adanya air, kekurangan air. Semua kan dari petani, dari hasil bumi. Makanya lebih mahal. Biasanya bisa Rp 3.000, sekarang sampai Rp 5.000 atau Rp 6.000,” kata Amoy.

Pedagang lainnya, Taufik, juga merasakan kenaikan harga labu siam. Menurut dia, peningkatan harga terjadi pada berbagai ukuran labu siam sehingga harga yang harus dibayar konsumen turut meningkat.

“Labu siam paling parah naiknya. Biasanya satu buah kita jual Rp 4.000, sekarang harus jual Rp 6.000 sampai Rp 7.000, bahkan ada yang sampai Rp 10.000 tergantung ukurannya. Kalau dihitung kiloan sekitar Rp 14.000 sampai Rp 15.000,” ujar Taufik.

Taufik menjelaskan bahwa cuaca panas dan kekeringan yang berlangsung cukup lama turut memengaruhi hasil panen petani. Kondisi tersebut membuat pasokan sayuran menjadi lebih terbatas.

“Alasannya karena kekeringan, banyak pohon yang mati di daerah asal. Jadi pasokan tidak lancar dan panen tidak bisa maksimal seperti biasanya,” katanya.

Harga Brokoli Naik Selain labu siam, brokoli juga menjadi salah satu sayuran yang mengalami kenaikan harga di Pasar Palmeriam.

Taufik mengatakan harga modal brokoli dari agen grosir saat ini mencapai Rp38.000 per kilogram. Dengan kondisi tersebut, pedagang harus menaikkan harga jual kepada konsumen menjadi sekitar Rp45.000 per kilogram.

“Brokoli biasanya kita jual Rp 40.000 per kilo. Sekarang modalnya saja sudah Rp 38.000, jadi terpaksa kita jual ke konsumen Rp 45.000 per kilo,” jelasnya.

Harga Cabai Masih Relatif Stabil Di tengah kenaikan sejumlah harga sayuran, kondisi berbeda terjadi pada komoditas cabai. Harga cabai di Pasar Palmeriam masih berada dalam kondisi relatif stabil.

Cabai rawit merah dijual sekitar Rp85.000 per kilogram, dengan harga modal pedagang sekitar Rp75.000 per kilogram.

Sementara itu, cabai merah keriting berada di kisaran Rp70.000 per kilogram. Adapun cabai rawit hijau dijual sekitar Rp60.000 per kilogram.

Untuk komoditas bawang, harga bawang merah justru mengalami penurunan. Pedagang saat ini menjual bawang merah dengan kisaran harga Rp40.000 hingga Rp45.000 per kilogram.

Berbeda dengan bawang merah, harga bawang putih masih bertahan di angka sekitar Rp50.000 per kilogram.

“Bawang merah kebetulan agak turun. Kita jual di kisaran Rp 40.000 sampai Rp 45.000, lagi turun. Bawang putih masih normal, masih Rp 50.000,” pungkas Taufik.

Lan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh