Foto. Ist
majalahsuaraforum.com – Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) menyampaikan sejumlah harapan kepada Menteri Keuangan Suahasil Nazara terkait kebijakan pemerintah di sektor tembakau. Salah satu perhatian utama APTI adalah kebijakan tarif cukai hasil tembakau yang dinilai perlu mempertimbangkan kondisi petani dan industri rokok.
APTI berharap pemerintah tidak menaikkan tarif cukai hasil tembakau secara signifikan. Menurut organisasi petani tersebut, kenaikan cukai yang terlalu tinggi berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat sekaligus memberikan dampak terhadap keberlangsungan ekonomi petani tembakau.
Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) APTI Agus Parmuji berharap menteri keuangan yang baru dapat menyusun kebijakan yang mampu menjaga sektor pertanian tembakau dari rantai produksi paling awal hingga industri di tingkat hilir.
“Harapan kami pak menteri yang baru itu mempunyai jiwa nasionalisme. Bagaimana menjaga kedaulatan di pertanian tembakau dari hulu sampai ke hilir, dari industrinya hingga sampai ke petani,” kata Agus, Rabu (16/9/2026).
Agus menjelaskan bahwa kebijakan cukai menjadi salah satu faktor penting yang berkaitan dengan keberlangsungan petani tembakau. Karena itu, ia meminta pemerintah tidak menjadikan peningkatan tarif cukai sebagai satu-satunya instrumen untuk mengejar penerimaan negara.
“Kekhawatiran kami dengan pergantian menteri yang baru ini cukai tidak dinaikkan secara signifikan. Ketika cukai itu dinaikkan, yang terjadi adalah kiamat ekonomi di pertanian tembakau di masa yang akan datang,” ujarnya.
Menurut Agus, kenaikan tarif cukai yang terlalu tinggi dapat memberikan tekanan terhadap omzet penjualan produk rokok. Penurunan daya beli masyarakat juga dinilai dapat berpengaruh terhadap aktivitas perdagangan rokok yang pada akhirnya berimbas ke sektor tembakau dan petani.
“Jangan hanya berpikir bagaimana tentang pendapatan negara. Dengan menaikkan cukai pendapatan negara akan terpenuhi, ini salah. Prediksi kami malah turun, karena omzet penjualan ataupun yang terkoneksi dengan daya beli masyarakat juga akan turun,” katanya.
APTI Soroti Peredaran Rokok Ilegal Selain meminta perhatian terhadap kebijakan cukai, APTI turut menyoroti persoalan peredaran rokok ilegal. Pemerintah diminta memperkuat pengawasan dan penindakan terhadap produk rokok yang beredar tanpa memenuhi ketentuan.
Agus menyebut rencana Menteri Keuangan untuk memberantas peredaran rokok ilegal merupakan langkah yang telah lama dinantikan oleh para petani tembakau.
“Harapan kami bukan hanya akan, tetapi ini memang dilaksanakan dengan keberaniannya seorang menteri,” tegasnya.
APTI juga meminta pemerintah memperhatikan tata niaga tembakau nasional. Salah satu hal yang menjadi sorotan adalah pengendalian terhadap laju impor tembakau ke Indonesia.
Agus menilai masuknya tembakau impor secara tidak terkendali dapat memberikan tekanan terhadap harga tembakau yang dihasilkan petani dalam negeri. Karena itu, pemerintah diharapkan memastikan produk tembakau lokal tetap memiliki daya saing di pasar nasional.
“Jangan sampai tembakau yang masuk ke Indonesia itu lebih murah ketimbang tembakau yang ada di petani,” katanya.
Tiga Harapan APTI untuk Kebijakan Pemerintah Agus berharap kebijakan fiskal yang dikeluarkan Menteri Keuangan dapat digunakan untuk menjaga keberlangsungan industri dan pertanian tembakau nasional. Menurutnya, kebijakan pemerintah perlu memberikan ruang bagi petani lokal untuk terus berproduksi sekaligus menjaga keseimbangan tata niaga tembakau.
Ia kemudian menyampaikan tiga hal utama yang menjadi harapan APTI terhadap Menteri Keuangan yang baru.
“Harapan kami tiga hal. Pertama, bagaimana pak menteri berpikir tentang kedaulatan dan tidak mudah diprovokasi oleh pihak asing. Kedua, ketika mereka akan menggempur rokok ilegal, itu memang kewajiban yang kita tunggu. Ketiga, bagaimana untuk melindungi tata niaga secara nasional, pak menteri harus berani mengatur laju impor tembakau yang masuk ke Indonesia,” pungkasnya.
Lan.











