majalahsuaraforum.com – Sri Mulyani Indrawati resmi ditunjuk oleh Bank Dunia sebagai ketua independen International Development Association (IDA) ke-22 atau IDA22. Penunjukan tersebut menempatkan Sri Mulyani pada posisi penting untuk memimpin proses penggalangan dana yang akan digunakan mendukung pembangunan di berbagai negara berpendapatan rendah.
Dalam tugas barunya, Sri Mulyani akan bekerja sama dengan Direktur Pelaksana Bank Dunia, Paschal Donohoe, guna memimpin proses replenishment atau pengisian kembali dana IDA. Dana tersebut merupakan salah satu sumber pembiayaan terbesar yang disalurkan kepada negara-negara termiskin di dunia.
Berdasarkan keterangan resmi Bank Dunia, Sri Mulyani terpilih setelah melalui proses seleksi yang dilakukan oleh komite pencarian yang terdiri atas perwakilan negara-negara donor serta negara-negara penerima pembiayaan.
“Ia dipilih dari daftar pendek kandidat oleh komite pencarian yang terdiri atas perwakilan kelompok negara donor dan peminjam,” demikian keterangan Bank Dunia.
Selain memimpin proses penggalangan dana, Sri Mulyani juga akan berperan dalam memperkuat dukungan kebijakan sekaligus mendorong komitmen pendanaan dari negara-negara donor maupun negara penerima manfaat.
Peran IDA dalam Pembangunan Global International Development Association (IDA) merupakan lembaga pembiayaan yang berada di bawah naungan Bank Dunia dan memiliki fokus membantu negara-negara berpendapatan rendah melalui berbagai skema pembiayaan, seperti pinjaman berbunga rendah, pinjaman tanpa bunga, hingga hibah.
Pendanaan tersebut dimanfaatkan untuk mendukung beragam program pembangunan, mulai dari pengentasan kemiskinan, peningkatan layanan kesehatan dan pendidikan, pembangunan infrastruktur, hingga penguatan ketahanan ekonomi serta penanganan perubahan iklim.
Sejak berdiri pada 1960, IDA telah menyalurkan lebih dari US$ 632 miliar untuk membiayai berbagai proyek pembangunan di 115 negara.
Proses pengisian kembali dana IDA22 akan dimulai dalam pertemuan mid-term review yang dijadwalkan berlangsung di Tashkent, Uzbekistan, pada Desember 2026. Sementara itu, pertemuan final untuk memperoleh komitmen pendanaan dari negara-negara donor akan dilaksanakan pada Desember 2027.
Dana yang berhasil dihimpun nantinya akan menjadi dasar pembiayaan konsesional bagi 78 negara berpendapatan rendah hingga tahun 2031.
Bank Dunia Apresiasi Rekam Jejak Sri Mulyani Bank Dunia menilai Sri Mulyani memiliki pengalaman luas dalam bidang pembiayaan pembangunan internasional sehingga dinilai tepat memimpin proses penggalangan dana IDA22.
“Sri Mulyani merupakan salah satu tokoh paling berpengalaman di dunia dalam bidang pembiayaan pembangunan internasional,” tulis Bank Dunia.
Sejak pelaksanaan IDA18, proses pengisian kembali dana IDA memang dipimpin oleh dua ketua bersama, yaitu seorang tokoh independen yang memiliki pengalaman mendalam dalam pembiayaan pembangunan multilateral serta seorang pejabat senior Bank Dunia yang ditunjuk langsung oleh Presiden Bank Dunia.
Penunjukan Sri Mulyani sebagai ketua independen IDA22 dinilai semakin memperkuat posisi Indonesia dalam forum ekonomi internasional sekaligus mencerminkan tingginya kepercayaan komunitas global terhadap kapasitasnya dalam memimpin dan mengelola pembiayaan pembangunan berskala internasional.
Red.











