majalahsuaraforum.com – Pemerintah Indonesia memastikan komitmennya untuk melanjutkan kerja sama pengembangan jet tempur KF-21/IFX bersama Korea Selatan. Hal ini mengemuka dalam pertemuan bilateral antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung di Istana Kepresidenan Korea Selatan (Blue House), Seoul, Rabu (1/4/2026).
Pertemuan tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi pertahanan kedua negara, khususnya dalam proyek pengembangan pesawat tempur generasi baru yang telah berjalan lintas pemerintahan.
Tim Teknis Segera Dikirim Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo akan segera mengirim tim teknis dan engineering ke Korea Selatan guna membahas detail lanjutan proyek.
“Dalam pertemuan bilateral, salah satu isu yang diangkat memang terkait dengan IFX, dan Bapak Presiden menyampaikan akan segera mengirim tim, baik itu yang sifatnya teknis maupun engineering,” ujar Airlangga.
Pengiriman tim ini diharapkan dapat mempercepat penyelesaian berbagai kendala teknis yang selama ini menjadi perhatian dalam proyek tersebut.
Harapan Skema Pembayaran Baru Selain aspek teknis, pemerintah Indonesia juga mendorong adanya skema pembiayaan baru agar proyek KF-21/IFX dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.
Airlangga menyebut bahwa sejumlah isu terkait spesifikasi teknis maupun mekanisme kerja sama masih perlu diselaraskan antara kedua negara. Namun, ia optimistis hal tersebut dapat diselesaikan melalui komunikasi intensif dan kerja tim teknis di lapangan.
Proyek Strategis Lintas Era Pemerintahan Proyek jet tempur KF-21/IFX merupakan kerja sama strategis Indonesia–Korea Selatan yang telah dimulai sejak era Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono dan berlanjut pada masa Presiden ke-7 Joko Widodo.
Program ini bertujuan untuk mengembangkan pesawat tempur modern dengan kemampuan canggih sekaligus meningkatkan kemandirian industri pertahanan Indonesia.
Komitmen Penguatan Pertahanan Kelanjutan proyek ini menjadi bagian penting dari upaya Indonesia dalam memperkuat alat utama sistem persenjataan (alutsista) serta memperluas transfer teknologi di sektor pertahanan.
Dengan langkah percepatan yang diambil pemerintah, kerja sama KF-21/IFX diharapkan tidak hanya memperkuat hubungan bilateral, tetapi juga mendorong kemajuan industri dirgantara nasional ke level yang lebih tinggi.
Lan.











