Home / Ekonomi / Badan Gizi Nasional Hentikan Sementara 4.581 SPPG, Ini Alasan dan Fokus Perbaikannya

Badan Gizi Nasional Hentikan Sementara 4.581 SPPG, Ini Alasan dan Fokus Perbaikannya

majalahsuaraforum.com – Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara operasional 4.581 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia dalam periode Januari 2025 hingga Mei 2026. Kebijakan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya perbaikan besar-besaran agar seluruh unit pelayanan memenuhi standar yang telah ditetapkan pemerintah.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menegaskan bahwa langkah tersebut tidak dapat ditawar demi menjaga kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menyebutkan bahwa evaluasi dilakukan secara menyeluruh, baik dari sisi infrastruktur maupun kualitas layanan di lapangan.

Dari total unit yang dihentikan sementara, sebanyak 1.152 SPPG diketahui mengalami permasalahan pada aspek infrastruktur serta belum memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan utama perlunya perbaikan mendesak sebelum operasional dapat kembali dilanjutkan.

Sementara itu, 3.429 SPPG lainnya juga turut dihentikan sementara karena ditemukan adanya pelanggaran standar dalam proses operasional. Pelanggaran tersebut mencakup kualitas bahan baku yang tidak sesuai ketentuan, kebersihan proses pengolahan makanan, hingga ketidaksesuaian dalam pemenuhan standar gizi.

BGN menegaskan bahwa seluruh unit yang terdampak wajib melakukan pembenahan sebelum dapat kembali beroperasi. Proses ini mencakup evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola, peningkatan fasilitas, serta penyesuaian standar operasional agar sesuai dengan ketentuan nasional.

Dadan Hindayana menekankan bahwa pihaknya tidak akan memberikan toleransi terhadap pelanggaran yang dapat menurunkan kualitas layanan gizi masyarakat. Ia menyebut bahwa program MBG harus berjalan dengan standar tinggi karena menyangkut kesehatan dan kualitas generasi penerus bangsa.

Langkah penghentian sementara ini sekaligus menjadi bagian dari pengawasan ketat pemerintah dalam memastikan setiap layanan gizi di seluruh daerah berjalan sesuai standar keamanan pangan dan kesehatan publik.

BGN juga menegaskan bahwa unit yang telah menyelesaikan perbaikan dan memenuhi standar akan dapat kembali beroperasi secara bertahap setelah melalui proses verifikasi ulang.

Lan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh