majalahsuaraforum.com – Suasana duka menyelimuti kediaman mantan Menteri Pertahanan sekaligus purnawirawan jenderal TNI, Ryamizard Ryacudu, yang wafat pada Minggu (31/5/2026). Rumah duka yang berada di kawasan Perumahan Puri Wira Bhakti 1/1B, Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mulai dipersiapkan untuk penyambutan jenazah dan penghormatan terakhir.
Hingga Minggu sore, kondisi di sekitar rumah duka masih terlihat relatif tenang. Sejumlah personel TNI telah berada di lokasi untuk melakukan berbagai persiapan menjelang kedatangan jenazah almarhum. Kehadiran para anggota TNI tersebut bertujuan memastikan proses penyambutan dan penghormatan berlangsung dengan tertib dan khidmat.
Sementara itu, jumlah pelayat yang datang masih belum banyak. Diperkirakan, kediaman almarhum akan mulai dipadati pelayat setelah jenazah tiba dari rumah sakit.
Sebelumnya, Ryamizard Ryacudu mengembuskan napas terakhir di RSPAD Gatot Soebroto pada pukul 14.03 WIB. Setelah dinyatakan meninggal dunia, jenazah terlebih dahulu menjalani proses pemulasaraan sebelum dibawa ke rumah duka di Cikeas.
Rencananya, jenazah akan disemayamkan di kediaman keluarga sebelum dimakamkan pada Senin (1/6/2026). Hingga berita ini ditulis, lokasi pemakaman masih menunggu keputusan dari pihak keluarga.
Jejak Pengabdian Panjang di Dunia Militer Ryamizard Ryacudu dikenal sebagai salah satu tokoh militer senior Indonesia yang memiliki perjalanan karier panjang dalam pengabdian kepada bangsa dan negara.
Lulusan Akademi Militer tahun 1974 tersebut mengawali kariernya dengan bertugas di berbagai satuan tempur dan wilayah komando teritorial. Pengalaman panjang di lapangan membentuk reputasinya sebagai perwira yang memiliki kedekatan dengan prajurit dan memahami dinamika pertahanan nasional.
Namanya mulai mendapat perhatian luas ketika dipercaya memimpin Kodam Jaya pada masa transisi politik nasional. Setelah itu, kariernya terus menanjak hingga menduduki posisi Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad).
Puncak karier militernya tercapai saat menjabat sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) pada periode 2002–2005. Setelah menyelesaikan tugas di lingkungan TNI, ia kembali dipercaya mengemban jabatan strategis sebagai Menteri Pertahanan pada masa pemerintahan Joko Widodo periode 2014–2019.
Konsisten Menggaungkan Semangat Bela Negara Selain dikenal sebagai sosok jenderal lapangan, Ryamizard juga memiliki perhatian besar terhadap penguatan karakter kebangsaan melalui konsep bela negara.
Menurut pandangannya, menjaga pertahanan Indonesia bukan semata tanggung jawab aparat militer, melainkan menjadi kewajiban seluruh warga negara. Gagasan tersebut terus ia suarakan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan nasional dalam menghadapi berbagai tantangan, baik yang bersifat fisik maupun ancaman ideologis.
Kepergiannya meninggalkan duka bagi keluarga, rekan-rekan sejawat, serta masyarakat yang mengenal kiprah dan pengabdiannya selama puluhan tahun dalam dunia pertahanan dan keamanan Indonesia.
Hil.











