Foto. Ist
majalahsuaraforum.com – Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menegaskan bahwa hingga saat ini belum terdapat rencana bagi Danantara untuk menyetorkan keuntungan dalam bentuk dividen ke kas negara.
Menurut Dony, keuntungan yang diperoleh Danantara akan dimanfaatkan untuk mendukung berbagai agenda strategis pemerintah. Pemanfaatan tersebut diarahkan pada penciptaan lapangan kerja serta peningkatan nilai tambah ekonomi yang dapat dirasakan masyarakat secara lebih luas.
“Sampai sejauh ini belum ada (dividen di serahkan ke negara), saya rasa enggak,” kata Dony saat ditemui di Istana Negara, Rabu (30/9/2026).
Ia menjelaskan, keuntungan yang diperoleh Danantara sebagai holding perusahaan BUMN akan digunakan kembali untuk pengembangan bisnis. Selain itu, dana tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung program strategis pemerintah dan membantu penyelamatan perusahaan-perusahaan BUMN yang tengah menghadapi persoalan keuangan.
“Kita mau membangun banyak proyek hilirisasi dan lain sebagainya, serta membuka lapangan pekerjaan,” tambahnya.
Sebelumnya, wacana mengenai penyetoran dividen BPI Danantara ke kas negara mencuat ketika Purbaya Yudhi Sadewa masih menjabat sebagai Menteri Keuangan. Saat itu, Danantara disebut memiliki target untuk menyetorkan dividen sebesar Rp120 triliun yang berasal dari keuntungan tahun buku 2025.
Purbaya sebelumnya juga menyampaikan adanya rencana pemerintah untuk mengambil sebagian keuntungan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara dan memasukkannya ke kas negara. Dana tersebut direncanakan untuk membantu mengurangi beban utang pemerintah.
Namun, ketentuan mengenai pengelolaan dividen BUMN mengalami perubahan setelah diberlakukannya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2025. Berdasarkan aturan tersebut, setoran dividen BUMN tidak lagi secara langsung menjadi bagian dari kas negara, melainkan dialihkan untuk mendukung pengembangan bisnis yang berada di bawah pengelolaan Danantara.
Dana tersebut dapat digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari investasi baru, ekspansi usaha BUMN, hingga optimalisasi kegiatan bisnis perusahaan milik negara.
Lan.











