Home / Politik / Proses Pembentukan Pengurus Baru PBNU Berlanjut, Masyarakat Diminta Jaga Persatuan

Proses Pembentukan Pengurus Baru PBNU Berlanjut, Masyarakat Diminta Jaga Persatuan

majalahsuaraforum.com – Masyarakat dan warga Nahdlatul Ulama (NU) diimbau bersama-sama menjaga keamanan serta ketertiban selama proses pembentukan kepengurusan baru Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) berlangsung.

Imbauan tersebut muncul setelah pelaksanaan Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, selesai digelar. Setelah forum muktamar berakhir, proses organisasi kemudian berlanjut pada pembentukan kepengurusan PBNU untuk masa khidmah berikutnya.

Dalam situasi tersebut, warga NU diharapkan tetap menjaga persatuan dan kerukunan. Perbedaan pendapat yang muncul dalam dinamika organisasi dipandang sebagai sesuatu yang wajar dan perlu disikapi secara bijaksana agar tidak berkembang menjadi persoalan yang mengganggu ketenteraman masyarakat.

“Mari kita bersama-sama menjaga situasi tetap aman dan kondusif selama pelaksanaan Muktamar ke-35 NU. Perbedaan merupakan bagian dari dinamika, tetapi persatuan, kerukunan, dan keamanan harus tetap kita jaga bersama,” kata Ketua Ranting Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang, Anom Sekti Aji, dalam keterangannya, Sabtu (12/9/2026).

PSHT juga menyampaikan dukungannya terhadap penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU. Dukungan tersebut menjadi bentuk kepedulian terhadap upaya menjaga persatuan dan kerukunan sekaligus menciptakan suasana yang damai di tengah masyarakat.

Masyarakat pun diminta tidak mudah terpengaruh atau terprovokasi oleh informasi yang berpotensi menimbulkan keresahan. Terlebih, proses pembentukan kepengurusan baru PBNU masih berjalan sehingga situasi keamanan dan ketertiban diharapkan tetap terjaga.

Selain menjaga kondusivitas, masyarakat dan warga NU juga diharapkan dapat menyikapi setiap perbedaan pandangan dengan kepala dingin. Dinamika yang terjadi dalam organisasi hendaknya ditempatkan sebagai bagian dari proses untuk menghasilkan kepengurusan yang mampu menjalankan amanah organisasi.

Di sisi lain, pengasuh Pondok Pesantren Asy Syabaab Jombang, Jawa Timur, Faizal Ishaq, berharap proses pembentukan kepengurusan baru PBNU nantinya menghasilkan keputusan yang membawa maslahat bagi umat.

Menurut Faizal, kepengurusan PBNU yang baru diharapkan mampu memberikan perhatian terhadap berbagai kebutuhan masyarakat. Hal tersebut mencakup persoalan hubungan antaragama, kehidupan sosial, sektor ekonomi, hingga aspek ibadah.

“Hal ini penting untuk meningkatkan kualitas masyarakat,” tutur Faizal.

Pembentukan kepengurusan baru PBNU merupakan bagian dari rangkaian kegiatan organisasi setelah Muktamar ke-35 NU. Sebelumnya, struktur PBNU masa khidmah 2021-2026 telah resmi demisioner dalam pelaksanaan Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Minggu, 30 Agustus 2026.

Status demisioner tersebut disampaikan sekaligus diserahkan kepada panitia Muktamar ke-35 NU oleh Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar.

Dengan berlanjutnya proses pembentukan pengurus baru, masyarakat diharapkan ikut menciptakan suasana yang aman dan kondusif. Seluruh pihak juga diminta mengedepankan persatuan serta kerukunan sehingga dinamika organisasi tidak berubah menjadi konflik di tengah masyarakat.

Perbedaan pandangan selama proses organisasi dinilai perlu ditempatkan secara proporsional. Dengan sikap saling menghormati dan menjaga ketertiban, proses pembentukan kepengurusan baru PBNU diharapkan dapat berlangsung dengan baik dan menghasilkan keputusan yang memberikan manfaat bagi warga NU serta masyarakat secara luas.

Dw.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh