Home / TNI/Polri / 2.500 Polisi Disiagakan untuk Amankan Muktamar NU ke-35 di Jombang

2.500 Polisi Disiagakan untuk Amankan Muktamar NU ke-35 di Jombang

majalahsuaraforum.com – Kepolisian menyiapkan 2.500 personel untuk mengamankan pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambak Beras, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Pengamanan tersebut dijadwalkan berlangsung selama rangkaian kegiatan Muktamar, yakni mulai 27 hingga 31 Agustus 2026. Ribuan personel disiapkan untuk memastikan seluruh kegiatan berjalan aman dan tertib.

Pasukan yang diterjunkan berasal dari sejumlah satuan kepolisian. Komposisinya meliputi satu satuan setingkat kompi (SSK) Satuan Brimob Polda Jawa Timur, satu SSK Direktorat Samapta Polda Jawa Timur, serta masing-masing satu satuan setingkat peleton (SST) dari Polres Kediri, Polres Nganjuk, Polres Mojokerto, dan sejumlah jajaran polres lainnya.

Sebelum pengamanan dimulai, Polres Jombang bersama personel Bawah Kendali Operasi (BKO) Polda Jawa Timur telah menggelar apel pasukan pada Rabu (26/8/2026). Apel tersebut dipimpin langsung Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan.

“Terima kasih kepada seluruh personel yang telah hadir dan siap bersama-sama melaksanakan pengamanan Muktamar ke-35 NU,” kata Ardi Kurniawan.

Polisi Diminta Kedepankan Pendekatan Humanis Dalam arahannya, Ardi menyampaikan lima hal yang harus menjadi perhatian seluruh personel selama menjalankan tugas pengamanan.

Pertama, setiap anggota diminta memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing. Pemahaman terhadap peran tersebut dinilai penting agar pelaksanaan pengamanan dapat berjalan efektif dan terkoordinasi.

Selanjutnya, personel diminta menjalankan tugas dengan pendekatan yang humanis, profesional, dan proporsional. Hal tersebut menjadi perhatian karena Muktamar akan dihadiri berbagai kalangan, mulai dari kiai, ulama, tokoh masyarakat hingga masyarakat umum.

“Kedua, laksanakan tugas secara humanis, profesional, dan proporsional. Muktamar akan dihadiri para kiai, ulama, tokoh masyarakat, serta masyarakat dari berbagai kalangan, termasuk ibu-ibu dan anak-anak. Oleh karena itu, kedepankan pelayanan yang humanis,” tegasnya.

Selain pelayanan humanis, anggota kepolisian diminta memperkuat deteksi dini dan pencegahan dini terhadap berbagai kemungkinan gangguan keamanan.

Ardi mengingatkan personel agar tidak menganggap remeh perkembangan situasi di lapangan. Jumlah peserta yang diperkirakan mencapai puluhan ribu orang membuat potensi gangguan harus diantisipasi sejak awal.

“Jangan underestimate terhadap situasi yang ada. Dengan jumlah massa yang diperkirakan dapat mencapai 90.000 orang, setiap potensi gangguan harus segera dideteksi dan dicegah agar tidak berkembang,” ujarnya.

Perkuat Koordinasi dengan Panitia Kapolres Jombang juga menekankan pentingnya komunikasi dan koordinasi antara seluruh unsur yang terlibat dalam pengamanan. Kerja sama perlu dibangun antara Polres Jombang, personel BKO Polda Jatim, panitia pusat, hingga panitia lokal Muktamar.

“Bangun kerja sama, koordinasi, dan kolaborasi yang baik antara Polres Jombang dengan seluruh personel BKO, panitia pusat, maupun panitia lokal Muktamar ke-35 NU,” lanjutnya.

Di penghujung arahannya, Ardi mengingatkan seluruh personel agar melaksanakan tugas dengan penuh keikhlasan. Ia juga mengajak anggota memandang tugas pengamanan sebagai bagian dari ibadah.

“Laksanakan seluruh tugas dengan ikhlas dan niatkan sebagai ibadah. Semoga pelaksanaan tugas ini membawa keberkahan bagi kita semua, keluarga, serta masyarakat Kabupaten Jombang,” pungkasnya.

Apel gelar pasukan tersebut menjadi salah satu bentuk kesiapan kepolisian dalam mengamankan seluruh rangkaian Muktamar ke-35 NU 2026.

Dengan jumlah personel yang cukup besar serta koordinasi antara kepolisian dan panitia, seluruh kegiatan diharapkan dapat berlangsung dengan aman, tertib, lancar, serta tetap mengedepankan pelayanan yang profesional dan humanis.

Hil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh