Home / Kabar Berita / Masoud Pezeshkian Sebut Iran Hadapi Tekanan Ekonomi Paling Berat akibat Perang dan Sanksi AS

Masoud Pezeshkian Sebut Iran Hadapi Tekanan Ekonomi Paling Berat akibat Perang dan Sanksi AS

Foto. Ist

majalahsuaraforum.com – Presiden Iran Masoud Pezeshkian menggambarkan kondisi ekonomi negaranya saat ini sebagai salah satu periode paling berat. Iran menghadapi tekanan ekonomi yang semakin besar di tengah konflik serta penerapan sanksi finansial baru dari Amerika Serikat (AS).

Pezeshkian mengatakan masyarakat selama ini lebih banyak melihat dampak konflik dari sisi militer, terutama serangan rudal. Namun, menurutnya, tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat juga menjadi bagian penting dari kondisi perang yang sedang dihadapi Iran.

“Meskipun kita sedang mengalami kondisi terburuk perang ekonomi, semua orang melihat perang rudal, tetapi mungkin tidak semua orang melihat tekanan ekonomi,” ujar Pezeshkian pada Rabu (26/8/2026) waktu setempat, dikutip dari TRT World, Kamis (27/8/2026).

Meski situasi ekonomi berada di bawah tekanan dan konflik masih berlangsung, pemerintah Iran tetap melanjutkan sejumlah proyek pembangunan di dalam negeri.

Pezeshkian memberikan apresiasi kepada berbagai pihak yang tetap terlibat dalam penyelesaian proyek yang berada di bawah Kementerian Jalan dan Pembangunan Perkotaan. Menurutnya, keberlanjutan pekerjaan tersebut merupakan pencapaian penting mengingat kondisi yang sedang dihadapi Iran.

“Namun demikian, pekerjaan terus berlanjut, dan ini patut dipuji. Mungkin kita tidak akan mampu mencapai sebanyak ini dalam keadaan normal,” katanya.

Pezeshkian Minta Dukungan Masyarakat Pezeshkian menilai Iran masih memiliki peluang untuk memperbaiki kondisi ekonomi jika mendapatkan dukungan luas dari masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya peningkatan akuntabilitas pejabat pemerintah serta keterlibatan sektor swasta dan investor.

Menurutnya, kerja sama berbagai pihak diperlukan agar persoalan ekonomi yang dihadapi negara dapat segera ditangani.

“Saya percaya kita dapat berkinerja jauh lebih baik. Dengan solidaritas dan dukungan rakyat kita, akuntabilitas para pejabat, dan partisipasi sektor swasta dan investor, kita dapat dengan cepat mengatasi masalah negara,” tambah Pezeshkian.

Tekanan Sanksi Amerika Serikat Kondisi ekonomi Iran tidak terlepas dari kebijakan sanksi yang diberlakukan Amerika Serikat. Washington sebelumnya menarik diri dari kesepakatan nuklir 2015 yang melibatkan Iran dan sejumlah negara kekuatan dunia pada 2018.

Setelah keluar dari kesepakatan tersebut, AS kembali menerapkan berbagai sanksi terhadap Iran. Kebijakan tersebut kemudian terus diperluas dengan menyasar sektor-sektor penting dalam perekonomian negara tersebut.

Sejumlah bidang yang terkena dampak antara lain ekspor minyak, sistem keuangan, industri pelayaran, hingga hubungan perdagangan internasional.

Penerapan sanksi tersebut menambah tekanan terhadap perekonomian Iran. Pada saat yang sama, pemerintah di Teheran juga harus menghadapi berbagai persoalan domestik serta ketegangan geopolitik yang terus berkembang di kawasan Timur Tengah.

Dalam situasi tersebut, pemerintah Iran berupaya mempertahankan aktivitas ekonomi dan pembangunan nasional, sementara Pezeshkian mendorong solidaritas masyarakat serta peningkatan keterlibatan sektor swasta untuk menghadapi tekanan yang ada.

Red.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh