Home / Ekonomi / Indonesia Siapkan Ekspansi Ekspor Beras, Timor Leste dan Filipina Jadi Target

Indonesia Siapkan Ekspansi Ekspor Beras, Timor Leste dan Filipina Jadi Target

majalahsuaraforum.com – Pemerintah Indonesia berencana memperluas negara tujuan ekspor beras sepanjang 2026. Selain Malaysia, sejumlah negara seperti Timor Leste, Filipina, Papua Nugini, Palestina hingga Arab Saudi masuk dalam daftar pasar yang dibidik pemerintah.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan kebijakan tersebut dilakukan seiring dengan kondisi stok beras nasional yang berada pada level tertinggi sepanjang sejarah. Ketersediaan stok yang melimpah dinilai memberikan ruang bagi Indonesia untuk mulai memperluas pasar beras ke luar negeri.

“Tahun ini target kita ada ke beberapa negara yang menjadi tujuan ekspor beras seperti Timor Leste, Filipina, dan Papua Nugini,” ujar Amran di Lampung Tengah, Rabu (26/8/2026).

Sebelumnya, Indonesia telah merealisasikan pengiriman beras ke Malaysia sebanyak 1.000 ton pada 2026. Amran menyebut volume tersebut masih berpeluang ditingkatkan karena kebutuhan beras Malaysia cukup besar.

“Ekspor kita kemarin yang telah dilaksanakan ke Malaysia itu sebanyak 1.000 ton, dan karena kebutuhan banyak, akan ada potensi bisa bertambah 200.000 ton, karena total kebutuhan Malaysia itu sekitar 1 juta ton per tahun,” katanya.

Stok Beras Capai 5,2 Juta Ton Amran menegaskan perluasan pasar ekspor tidak hanya menyasar negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Pemerintah juga membuka peluang pengiriman beras ke Palestina dan Arab Saudi.

“Ekspor ini juga akan ke Palestina, Saudi Arabia. Jadi stok beras kita tertinggi sepanjang sejarah dengan jumlah 5,2 juta ton, dan kita sudah menyewa gudang dengan kapasitas 2 juta ton karena kapasitas gudang hanya 3 juta ton,” ucapnya.

Besarnya stok beras nasional menjadi salah satu pertimbangan pemerintah dalam mendorong ekspor. Pemerintah menilai ketersediaan tersebut menunjukkan kemampuan Indonesia dalam menjaga pasokan pangan sekaligus memenuhi peluang permintaan dari negara lain.

Meski ekspor mulai diperluas, pemerintah tetap memastikan masyarakat yang membutuhkan memperoleh bantuan pangan. Penyaluran beras melalui program bantuan pangan masih dilakukan secara nasional dengan jumlah penerima manfaat mencapai 33,4 juta orang.

Menurut Amran, kondisi tersebut memperlihatkan bahwa peningkatan produksi dan stok beras telah memberikan manfaat ganda. Indonesia tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan konsumsi dalam negeri, tetapi juga mulai memiliki kapasitas untuk memasok pasar internasional.

“Kita patut bersyukur karena saat ini dalam kondisi tidak hanya swasembada tapi kita bisa ekspor beras. Ini merupakan bentuk kerja kolektif dari semua pihak dari petani hingga pihak terkait,” tambahnya.

Pemerintah berharap perluasan tujuan ekspor tersebut dapat terus berkembang sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang mampu menjaga ketahanan pangan nasional dan berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan pangan di pasar internasional.

Lan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh