Home / Kabar Berita / Pemakaman Ayatullah Ali Khamenei Dijadwalkan 9 Juli, Iran Siapkan Prosesi Kenegaraan Berskala Besar

Pemakaman Ayatullah Ali Khamenei Dijadwalkan 9 Juli, Iran Siapkan Prosesi Kenegaraan Berskala Besar

Foto. Ist

majalahsuaraforum.com – Pemerintah Iran menjadwalkan pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei, pada Kamis, 9 Juli 2026, setelah prosesi yang sempat tertunda selama beberapa bulan sejak wafatnya pada akhir Februari lalu. Khamenei, yang tewas dalam konflik bersenjata antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel, akan dimakamkan di Kota Mashhad, yang merupakan tempat kelahirannya.

Persiapan pemakaman kini berlangsung di berbagai lokasi, terutama di kawasan Grand Mosalla Teheran, salah satu kompleks masjid terbesar di dunia yang akan menjadi titik awal rangkaian upacara penghormatan terakhir bagi pemimpin yang memimpin Iran selama puluhan tahun tersebut.

Penundaan pemakaman dilakukan karena situasi keamanan yang belum kondusif akibat konflik bersenjata. Setelah Iran dan Amerika Serikat mempertahankan gencatan senjata yang masih rapuh serta mencapai kesepakatan awal untuk menghentikan perang, pemerintah Iran akhirnya menetapkan jadwal pelaksanaan prosesi pemakaman.

Rangkaian upacara dijadwalkan dimulai pada Sabtu, 4 Juli 2026, dan berlangsung selama beberapa hari sebelum prosesi pemakaman dilaksanakan pada 9 Juli 2026.

Pemerintah Iran memperkirakan upacara tersebut akan dihadiri antara 15 hingga 20 juta pelayat, sehingga diproyeksikan menjadi pemakaman kenegaraan terbesar dalam sejarah Republik Islam Iran.

Selain dihadiri jutaan warga Iran, sekitar 30 negara juga diperkirakan akan mengirimkan perwakilan resmi untuk mengikuti prosesi pemakaman. Sejumlah negara yang diproyeksikan hadir di antaranya Irak, Afghanistan, dan Pakistan.

Sementara itu, kehadiran negara-negara Eropa masih belum dapat dipastikan. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menyatakan bahwa pemerintah Iran hingga kini belum mengirimkan undangan resmi kepada negara-negara di kawasan Eropa.

Menjelang pelaksanaan upacara, pemerintah Iran terus melakukan berbagai persiapan. Para pekerja tampak melakukan pengecatan dan penataan di kawasan Grand Mosalla Teheran beserta sejumlah lokasi lain yang akan digunakan selama prosesi berlangsung. Aparat keamanan juga telah meningkatkan pengamanan di sekitar area, sementara media pemerintah menayangkan berbagai dokumenter mengenai perjalanan hidup Ayatullah Ali Khamenei.

Prosesi pemakaman akan dilakukan melalui serangkaian tahapan yang memiliki nilai religius dan simbolis bagi masyarakat Syiah.

Tahap pertama dimulai dengan penyemayaman jenazah selama tiga hari di kompleks Grand Mosalla Teheran agar masyarakat dapat memberikan penghormatan terakhir.

Setelah itu, jenazah akan diberangkatkan menuju dua kota suci umat Syiah di Irak, yakni Najaf dan Karbala. Di kedua kota tersebut, masyarakat Syiah akan diberikan kesempatan untuk mendoakan almarhum sebelum jenazah kembali dibawa ke Iran.

Sesampainya di Iran, prosesi dilanjutkan di Kota Qom, yang dikenal sebagai pusat pendidikan dan peradaban Syiah terbesar di dunia. Setelah seluruh rangkaian penghormatan selesai, jenazah akan diteruskan menuju Mashhad, kota kelahiran Ayatullah Ali Khamenei.

Di Mashhad, jenazah akan dimakamkan di kompleks Imam Reza, salah satu lokasi paling suci bagi umat Islam Syiah.

Hingga saat ini, otoritas Iran belum mengumumkan siapa yang akan memimpin salat jenazah dalam upacara tersebut. Salat jenazah merupakan bagian penting dalam tradisi pemakaman Islam, termasuk dalam mazhab Syiah.

Pemerintah Iran juga belum memastikan apakah Mojtaba Khamenei, yang kini menjabat sebagai Pemimpin Tertinggi Iran setelah menggantikan ayahnya, akan hadir secara langsung dalam prosesi tersebut. Sejak ditetapkan sebagai pemimpin baru pada 8 Maret 2026, Mojtaba belum pernah tampil di hadapan publik.

Sekretaris panitia penyelenggara upacara pemakaman, Ali-Akbar Pourjamshidian, mengatakan bahwa dirinya tidak memiliki kewenangan untuk memastikan kehadiran pemimpin tertinggi dalam acara tersebut.

“Masalah kehadiran Pemimpin Tertinggi bukanlah wewenang atau pengetahuan saya,” kata Ali-Akbar Pourjamshidian.

Ia menambahkan bahwa apabila Mojtaba Khamenei dijadwalkan menghadiri prosesi pemakaman secara terbuka, pengumuman resmi akan disampaikan oleh Kantor Pemimpin Revolusi Islam.

“Itu pasti akan diumumkan oleh Kantor Pemimpin Revolusi Islam.”

Pemerintah Iran juga meningkatkan pengamanan dengan berkaca pada sejumlah peristiwa pemakaman tokoh nasional yang sebelumnya berujung kericuhan akibat membludaknya jumlah pelayat.

Pada 1989, pemakaman pendiri Republik Islam Iran, Ayatollah Ruhollah Khomeini, sempat diwarnai kekacauan ketika ratusan ribu pelayat berebut mendekati peti jenazah hingga merusak kain kafan. Situasi yang tidak terkendali memaksa petugas mengevakuasi jenazah menggunakan helikopter agar prosesi pemakaman dapat dilanjutkan.

Peristiwa serupa juga terjadi pada 2020 saat pemakaman Jenderal Ghasem Soleimani di Kota Kerman. Kepadatan massa menyebabkan insiden desak-desakan yang menewaskan sedikitnya 56 orang, sementara sekitar 200 orang lainnya mengalami luka-luka.

Dengan pengalaman tersebut, pemerintah Iran berupaya memastikan seluruh rangkaian pemakaman Ayatullah Ali Khamenei berlangsung aman, tertib, dan khidmat, mengingat besarnya jumlah pelayat yang diperkirakan akan menghadiri salah satu upacara kenegaraan terbesar dalam sejarah negara tersebut.

Red.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh