Home / Olahraga / Lolos ke Babak 16 Besar, Spanyol Masih Dihantui Evaluasi Performa Jelang Hadapi Austria

Lolos ke Babak 16 Besar, Spanyol Masih Dihantui Evaluasi Performa Jelang Hadapi Austria

Foto. Ist 

majalahsuaraforum.com – Timnas Spanyol berhasil memastikan diri melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 sebagai juara Grup H. Meski demikian, keberhasilan tersebut belum sepenuhnya menghapus sejumlah persoalan yang masih membayangi performa La Roja menjelang pertandingan melawan Austria.

Setelah hampir satu bulan menjadikan Chattanooga, Tennessee, sebagai markas selama fase grup, skuad asuhan Luis de la Fuente kini bersiap melanjutkan perjalanan ke Los Angeles untuk menjalani laga babak gugur menghadapi Austria. Apabila mampu melewati hadangan tersebut, Spanyol akan kembali berpindah ke Dallas untuk memainkan pertandingan berikutnya.

Selain menghadapi padatnya jadwal perjalanan, Spanyol juga mendapat sorotan karena penampilannya selama fase grup dinilai belum menunjukkan kualitas sebagai salah satu unggulan juara. Meski berhasil melewati Tanjung Verde, Arab Saudi, dan Uruguay, permainan La Roja dianggap belum tampil dominan seperti yang diharapkan.

Perhatian terbesar tertuju pada sektor lini tengah yang selama ini menjadi kekuatan utama Spanyol. Pada era Sergio Busquets, Xabi Alonso, dan Xavi, lini tengah menjadi fondasi keberhasilan menjuarai Piala Dunia 2010. Formula serupa kembali membawa Spanyol meraih gelar Piala Eropa melalui kolaborasi Rodri, Fabián Ruiz, dan Pedri. Namun, pada turnamen kali ini, kombinasi tersebut belum mampu memperlihatkan dominasi yang sama.

Perubahan posisi Pedri menjadi salah satu faktor yang banyak disorot. Setelah tampil impresif bersama Barcelona dalam dua musim terakhir sebagai gelandang yang bermain lebih dalam, Pedri justru ditempatkan lebih maju sebagai gelandang serang sejak awal Piala Dunia. Dampaknya, Fabián Ruiz lebih sering mengawali pertandingan dari bangku cadangan.

Rodri menjadi pemain yang paling banyak menerima kritik. Peraih Ballon d’Or 2024 tersebut dinilai belum mampu mengendalikan permainan seperti biasanya. Meski mencatatkan 328 operan dengan tingkat akurasi mencapai 93,7 persen, hanya sekitar 11,9 persen umpannya yang bersifat progresif ke arah depan. Catatan tersebut masih berada di bawah gelandang seperti Vitinha dari Portugal maupun Granit Xhaka dari Swiss yang dinilai lebih agresif dalam membangun serangan.

Masalah lain juga muncul di sektor sayap. Dari empat pemain sayap murni yang dibawa ke turnamen, yakni Lamine Yamal, Nico Williams, Yéremy Pino, dan Víctor Muñoz, kini praktis hanya Lamine Yamal yang berada dalam kondisi siap bermain.

Víctor Muñoz belum sempat tampil setelah mengalami cedera otot saat latihan. Sementara itu, Yéremy Pino mengalami dislokasi bahu ketika menghadapi Uruguay, sedangkan Nico Williams juga mengalami cedera otot pada pertandingan yang sama sehingga harus menjalani perawatan.

Minimnya pilihan di sektor sayap membuat variasi serangan Spanyol ikut berkurang. Saat Luis de la Fuente mencoba menempatkan Gavi dan Ferran Torres di posisi tersebut pada laga melawan Tanjung Verde, efektivitas permainan tim justru mengalami penurunan. Padahal, kecepatan dan kreativitas dari kedua sisi lapangan menjadi salah satu senjata utama Spanyol ketika meraih gelar Piala Eropa.

Menjelang duel menghadapi Austria di babak 16 besar, Spanyol dituntut segera menemukan solusi atas berbagai kekurangan tersebut. Perbaikan kreativitas lini tengah, pemulihan pemain yang cedera, serta mengurangi ketergantungan terhadap Lamine Yamal menjadi pekerjaan penting apabila La Roja ingin melanjutkan langkah lebih jauh dalam perburuan gelar Piala Dunia 2026.

Jay.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh