Home / Kabar Berita / PBB Salurkan Bantuan ke Hampir Satu Juta Warga Gaza di Tengah Serangan Israel yang Masih Berlangsung

PBB Salurkan Bantuan ke Hampir Satu Juta Warga Gaza di Tengah Serangan Israel yang Masih Berlangsung

majalahsuaraforum.com – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengumumkan bahwa hampir satu juta penduduk di Jalur Gaza telah memperoleh bantuan pangan sejak Oktober 2025. Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari program tanggap darurat selama 60 hari, yang dilakukan di tengah meningkatnya agresi militer Israel di kawasan tersebut.

Dalam keterangan resmi yang disampaikan pada Selasa (4/11/2025), Juru Bicara PBB Farhan Haq menjelaskan bahwa Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) dan para mitra kemanusiaan terus berupaya memperluas jangkauan operasi agar dapat menjangkau lebih banyak warga terdampak.

“Sejak dimulainya kembali distribusi pangan umum pada bulan Oktober, hampir satu juta orang telah menerima bantuan melalui 46 titik distribusi yang dijalankan mitra kami di bidang ketahanan pangan di seluruh Gaza. Itu berarti setengah dari total populasi,” ujar Haq.

Menurut Haq, layanan kemanusiaan di wilayah Gaza masih menghadapi tekanan besar akibat pengungsian massal, kehancuran infrastruktur, dan situasi keamanan yang tidak menentu, terutama di bagian utara wilayah tersebut. Meskipun menghadapi kondisi sulit, para mitra kemanusiaan PBB tetap berupaya menyalurkan bantuan di area yang masih bisa dijangkau.

Ia menekankan bahwa PBB membutuhkan gencatan senjata yang berkelanjutan serta pembukaan lebih banyak jalur penyeberangan agar pelaksanaan rencana tanggap darurat selama 60 hari tersebut dapat berjalan secara maksimal.

“Kami juga memerlukan penghapusan hambatan birokrasi, rute yang aman, pendanaan berkelanjutan, dan akses tanpa hambatan, termasuk bagi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM),” tegas Haq.

Selain berbicara mengenai Gaza, Haq turut mengutip pernyataan dari Kepala Bantuan PBB, Tom Fletcher, yang menyerukan perlindungan bagi warga Palestina di Tepi Barat, di tengah meningkatnya serangan yang dilakukan oleh para pemukim Israel di wilayah itu.

“Banyak dari serangan ini terjadi saat warga Palestina tengah memanen zaitun mereka. Kegagalan untuk mencegah atau menghukum serangan tersebut tidak sesuai dengan hukum internasional,” kata Haq mengutip pernyataan Fletcher.

Berdasarkan data yang dirilis oleh Colonization and Wall Resistance Commission, tercatat 259 serangan terhadap warga Palestina yang dilakukan oleh tentara Israel dan para pemukim ilegal selama musim panen zaitun yang berlangsung sejak akhir September hingga November 2025.

Sementara itu, otoritas Palestina melaporkan bahwa sejak Oktober 2023, lebih dari 1.062 warga Palestina telah tewas dan 10.300 lainnya mengalami luka-luka akibat berbagai serangan yang terjadi di Tepi Barat yang masih berada di bawah pendudukan Israel.

Dalam perkembangannya, pada Juli 2025, Mahkamah Internasional (ICJ) mengeluarkan putusan penting yang menyatakan bahwa pendudukan Israel atas wilayah Palestina merupakan tindakan ilegal, serta menyerukan agar semua permukiman di Tepi Barat dan Yerusalem Timur segera dievakuasi.

Laporan terbaru dari PBB ini menegaskan bahwa situasi kemanusiaan di Gaza terus memburuk, dengan semakin banyak warga yang bergantung pada bantuan internasional untuk bertahan hidup. PBB pun kembali menekankan pentingnya akses kemanusiaan tanpa hambatan dan penghentian kekerasan agar masyarakat Gaza dapat memperoleh kebutuhan dasar mereka di tengah krisis yang belum berakhir.

Red.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *