Majalahsuaraforum.com – Menteri Keamanan Nasional Israel yang berasal dari kubu sayap kanan, Itamar Ben Gvir, memicu kontroversi setelah membagikan sebuah video yang memperlihatkan dirinya berhadapan langsung dengan tahanan politik Palestina paling terkenal, Marwan Barghouti, di dalam sel penjara.
Marwan Barghouti merupakan salah satu tokoh senior Partai Fatah Palestina yang sudah lebih dari dua dekade mendekam di penjara Israel. Ia dijatuhi hukuman penjara seumur hidup pada 2004 atas tuduhan terlibat dalam serangan terhadap warga Israel pada awal 2000-an, yang oleh pemerintah Israel dikaitkan dengan gelombang Intifada Kedua (2000–2005).
Dalam rekaman yang dibagikan di platform X pada Jumat (15/8/2025), Ben Gvir tampak berada di dalam sebuah sel bersama dua orang lainnya, termasuk seorang penjaga penjara, mengelilingi Barghouti yang berdiri di sudut ruangan.
> “Kalian tidak akan mengalahkan kami. Siapa pun yang menyakiti orang Israel, membunuh anak-anak, atau membunuh perempuan, kami akan menghapus mereka,” ucap Ben Gvir dengan tegas menggunakan bahasa Ibrani.
Barghouti terlihat mencoba memberikan tanggapan, namun ucapannya segera dipotong oleh Ben Gvir yang mengatakan, “Tidak, kau tahu itu. Dan memang begitulah sepanjang sejarah.”
Video tersebut tidak mengungkapkan lokasi persis Barghouti ditahan. Namun, seorang sumber dekat Ben Gvir kepada AFP menyatakan bahwa pertemuan itu terjadi secara kebetulan di Penjara Ganot, Israel selatan, saat sang menteri melakukan inspeksi. Mereka juga menolak untuk mengungkap waktu pasti perekaman dilakukan.
Melalui unggahan yang menyertai video tersebut, Ben Gvir menegaskan kembali pernyataannya kepada publik:
> “Pagi ini saya membaca bahwa beberapa pejabat senior Otoritas Palestina tidak menyukai apa yang saya katakan kepada teroris ulung Marwan Barghouti – semoga namanya dihapus. Maka saya akan mengulanginya lagi dan lagi, tanpa meminta maaf: siapa pun yang mengganggu rakyat Israel, membunuh anak-anak kami, atau membunuh perempuan kami – kami akan menghabisi mereka. Dengan pertolongan Tuhan.”
Kini berusia enam puluhan, Barghouti ditangkap pada 2002 dan divonis seumur hidup dua tahun kemudian. Walaupun Israel menilainya sebagai “teroris” karena keterlibatannya dalam serangan mematikan, ia tetap menjadi sosok yang populer di kalangan rakyat Palestina. Banyak pendukungnya menjulukinya sebagai “Mandela Palestina” karena dianggap sebagai simbol perjuangan kemerdekaan.
Kementerian Luar Negeri Otoritas Palestina, melalui kantor berita resmi Wafa, mengecam keras insiden tersebut. Mereka menyebut konfrontasi yang dilakukan Ben Gvir sebagai “provokasi yang belum pernah terjadi sebelumnya” sekaligus “bentuk terorisme negara yang terorganisir” yang dilakukan secara sengaja untuk memancing ketegangan.
Pen. Red.











