Home / Kabar Berita / Trump Dorong Restrukturisasi Intelijen AS, Minta Pengurangan Pegawai di Sejumlah Lembaga

Trump Dorong Restrukturisasi Intelijen AS, Minta Pengurangan Pegawai di Sejumlah Lembaga

Foto. Ist

majalahsuaraforum.com – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengungkapkan rencananya untuk melakukan penataan ulang besar-besaran terhadap komunitas intelijen Amerika Serikat. Salah satu langkah yang akan ditempuh adalah pengurangan jumlah pegawai di sejumlah lembaga intelijen yang berada di bawah koordinasi pemerintah federal.

Dalam wawancara dengan media The Wall Street Journal yang dikutip oleh Yeni Safak pada Sabtu (6/6/2026), Trump menyatakan telah memberikan arahan kepada Bill Pulte untuk memulai proses restrukturisasi tersebut.

Menurut Trump, ukuran dan struktur Kantor Direktur Intelijen Nasional saat ini dinilai terlalu besar sehingga kurang efisien dalam menjalankan tugas dan fungsinya.

“Saya ingin melihatnya lebih kecil. Saya pikir ada banyak orang di sana yang seharusnya tidak berada di sana,” kata Trump.

Ketika ditanya secara langsung mengenai kemungkinan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap pegawai intelijen, Trump membenarkan bahwa langkah tersebut memang menjadi bagian dari rencana yang sedang disiapkan.

“Saya ingin dia memulai prosesnya,” tegas orang nomor satu di AS tersebut.

Trump menjelaskan bahwa reformasi yang mulai dijalankan oleh Pulte diharapkan dapat diteruskan oleh pejabat definitif yang nantinya akan ditunjuk untuk memimpin Kantor Direktur Intelijen Nasional secara permanen. Dengan demikian, proses perampingan organisasi tidak berhenti hanya pada masa kepemimpinan sementara.

Rencana tersebut diperkirakan akan memicu perhatian luas karena menyangkut salah satu sektor paling strategis dalam pemerintahan Amerika Serikat. Komunitas intelijen selama ini memiliki peran penting dalam pengumpulan informasi, analisis ancaman, serta mendukung kebijakan keamanan nasional negara tersebut.

Sebelumnya, keputusan Trump menunjuk Bill Pulte sebagai Direktur Intelijen Nasional sementara juga sempat menimbulkan perdebatan. Penunjukan itu dianggap tidak lazim karena Pulte diketahui tidak memiliki latar belakang militer maupun pengalaman langsung di bidang intelijen.

Selain mengemban tugas baru di lingkungan intelijen nasional, Pulte saat ini juga menjabat sebagai kepala dari Federal Housing Finance Agency (FHFA), sehingga memegang dua posisi penting secara bersamaan.

Karena statusnya sebagai pejabat sementara, pengangkatan Pulte tidak memerlukan persetujuan dari Senat Amerika Serikat. Berdasarkan aturan federal yang berlaku, ia dapat menjalankan jabatan tersebut selama maksimal 210 hari.

Trump menilai status sementara tersebut justru memberikan keleluasaan yang lebih besar bagi Pulte untuk melakukan perubahan secara cepat tanpa menghadapi berbagai hambatan birokrasi yang biasanya muncul dalam proses penunjukan pejabat definitif.

“Anda tidak terlalu terkekang. Hal itu memberi Anda semacam kekuatan lebih, Anda tahu untuk jangka waktu yang agak terbatas,” pungkas Trump.

Langkah restrukturisasi yang diusulkan pemerintahan Trump diperkirakan akan menjadi salah satu isu penting dalam perdebatan mengenai efektivitas, efisiensi, dan masa depan komunitas intelijen Amerika Serikat dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan global.

Red.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Selamat Kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Aceh