majalahsuaraforum.com – Menteri Koperasi RI, Ferry Juliantono, menyatakan keyakinannya bahwa Indonesia mampu mencapai target swasembada gula nasional pada tahun 2028. Optimisme tersebut didasarkan pada langkah pemerintah yang terus mendorong penguatan sektor tebu dan industri gula melalui model hilirisasi berbasis koperasi.
Pernyataan itu disampaikan Ferry saat menghadiri penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Koperasi Konsumen Kana dan Koperasi Pemasaran Putra Harapan Jaya yang berlangsung di PT Indogula Jayabaya, Desa Kanigoro, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Sabtu (6/6/2026).
Menurut Ferry, kolaborasi yang terjalin antara kedua koperasi tersebut menjadi contoh nyata bagaimana koperasi dapat mengambil peran lebih besar dalam membangun rantai pasok komoditas strategis nasional. Kerja sama ini juga diharapkan mampu memperkuat pasokan bahan baku bagi industri gula sekaligus mendukung pengelolaan sekitar 22.000 hektare lahan tebu yang tersebar di wilayah Jawa Timur.
Ia menilai koperasi tidak seharusnya hanya berfungsi sebagai lembaga pembiayaan, tetapi juga harus menjadi penggerak utama dalam proses produksi, pengolahan, hingga distribusi hasil pertanian.
“Kerja sama ini menunjukkan koperasi mampu menjadi pelaku utama dalam sektor produksi, distribusi, dan hilirisasi untuk memperkuat ekonomi rakyat,” kata Ferry.
Pemerintah, lanjut Ferry, saat ini tengah berupaya meningkatkan produksi gula dalam negeri sebagai bagian dari strategi mencapai target swasembada yang telah dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Upaya tersebut dilakukan bersamaan dengan pengurangan ketergantungan terhadap gula impor.
“Koperasi perlu terus didorong agar tidak hanya bergerak pada sektor pembiayaan, tetapi juga berperan dalam produksi, pengolahan, dan distribusi. Untuk menuju swasembada gula sesuai arahan presiden, kita akan mengurangi impor gula, dan pada sisi lain kita akan menggenjot produksi gula,” ujarnya.
Menurutnya, peningkatan produksi gula nasional tidak hanya berkaitan dengan ketahanan pangan, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam meningkatkan kesejahteraan petani tebu melalui sistem usaha yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Koperasi Konsumen Kana, Jonathan Danang Wardhana, menyampaikan bahwa kerja sama yang dibangun bersama Koperasi Pemasaran Putra Harapan Jaya merupakan bagian dari pengembangan model bisnis koperasi yang terhubung dari sektor hulu hingga hilir.
Jonathan mengatakan dukungan pemerintah terhadap koperasi yang bergerak di sektor gula memberikan peluang besar bagi koperasi untuk berkembang dan meningkatkan daya saingnya di tengah industri pangan nasional.
“Kami berterima kasih kepada pemerintah atas dukungannya sehingga koperasi dapat naik kelas dan mampu bersaing dengan perusahaan lainnya. Saat ini kami bersama koperasi di Jawa Timur mampu memproduksi sekitar 50 ton per hari dan ke depan ditargetkan meningkat menjadi 150 ton per hari,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa penguatan sektor hulu menjadi salah satu prioritas utama. Selain bergerak di bidang distribusi dan pemasaran, Koperasi Konsumen Kana juga sedang mengembangkan industri pengolahan pangan, termasuk pembangunan pabrik kecap yang membutuhkan ketersediaan bahan baku secara berkelanjutan.
Melalui kemitraan yang telah dibangun, kedua koperasi berharap dapat menciptakan ekosistem usaha yang menghubungkan petani, industri pengolahan, dan pasar dalam satu rantai nilai yang saling mendukung.
Skema tersebut diyakini mampu meningkatkan nilai tambah komoditas tebu, memperkuat daya saing industri gula nasional, sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar kepada petani dan anggota koperasi.
Dengan dukungan pemerintah serta semakin besarnya keterlibatan koperasi dalam proses produksi dan hilirisasi, target swasembada gula nasional pada 2028 dinilai semakin realistis untuk dicapai. Langkah ini juga diharapkan menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kerakyatan.
Lan.











